nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PKB Sambut Baik Rencana Jokowi Buat Kementerian Baru

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Selasa 20 Agustus 2019 08:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 20 337 2094116 pkb-sambut-baik-rencana-jokowi-buat-kementerian-baru-ktcSI42FHu.jpg Abdul Kadir Karding. (Foto: Okezone)

JAKARTA – Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Kadir Karding menyambut baik rencana dari presiden terpilih Joko Widodo membuat dua kementerian baru dalam kabinetnya pada periode 2019–2024.

Menurut Karding, hal itu menunjukkan Jokowi memiliki fokus terhadap ekonomi kreatif yang saat ini tengah berkembang di Indonesia. Maka itu, mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut berencana membentuk Kementerian Digital dan Ekonomi Kreatif.

"Kita lihat bahwa potensi kita di Indonesia luar biasa. Usia produktif kita lagi bagus-bagusnya, sehingga ini harus diakomodasi," ujar Karding ketika berbincang dengan Okezone, Senin 19 Agustus 2019.

Baca juga: Jokowi Bocorkan Komposisi Kabinet Kerja Jilid II: 45% Diisi Parpol, 55% Profesional

"Ini harus diwadahi, harus dikembangkan dinamikanya dengan membentuk Kementerian Ekonomi Kreatif. Itu akan menghasilkan banyak di sana masukan negara dan sebagainya, dan akan menumbuhkan perekonomian kita," lanjut dia.

Jokowi-Ma'ruf Amin. (Foto: Okezone)

Kemudian mengenai rencana adanya Kementerian Investasi, bagi Karding, merupakan hal yang baik dari wacana yang dikeluarkan. Menurut dia, jika ingin datang investasi dari dalam maupun luar negeri, maka harus ada satu wadah yang mengurusinya.

"Bagaimana ada investor yang masuk tentu dengan promosi dan upaya-upaya diplomasi yang kita lakukan," terang Karding.

Baca juga: PKB Belum Tahu Nama Kadernya yang Dipilih Jokowi Jadi Menteri

Mantan wakil ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) ini pun berharap dengan dibentuknya Kementerian Investasi akan mengangkat perekonomian di Indonesia, dan bakal memberikan dampak bagi kepentingan setiap warganya.

"Sehingga, perlu diurus oleh satu kementerian khusus yang memang tidak memikirkan yang lain-lain, kecuali bagaimana orang berinvestasi, nyaman berinvestasi," tutupnya.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini