nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kontras Serukan 3 Hal untuk Hentikan Kericuhan Terhadap Warga Papua

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Selasa 20 Agustus 2019 07:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 20 337 2094114 kontras-serukan-3-hal-untuk-hentikan-kericuhan-terhadap-warga-papua-iYaHILBEno.jpg Kerusuhan di Manokwari, Papua Barat. (Foto: Chanry Andrew S/Okezone)

JAKARTA – Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindakan Kekerasan (Kontras) Yati Andriyani menyerukan tiga hal terkait kericuhan di Manokwari, Papua Barat, yang terjadi pada Senin 19 Agustus 2019.

Mengenai persoalan itu, Kontras mengecam segala dugaan persekusi yang dilakukan sejumlah kelompok masyarakat dalam bentuk ujaran rasisme, diskriminasi, dan tindakan kekerasan terhadap mahasiswa Papua di beberapa daerah, di Semarang, Surabaya, dan Malang.

"Pertama, mengecam dan tidak menolerir segala bentuk tindakan rasisme dan diskriminasi terhadap masyarakat Papua maupun etnis-etnis tertentu, baik yang terjadi di Surabaya maupun di wilayah lainnya pasca-peristiwa penyerangan dan persekusi yang terjadi di Asrama Papua di Surabaya," ujar Yati, Senin 19 Agustus 2019.

Baca juga: Polisi Minta Warga Papua di Makassar Tidak Mudah Terprovokasi 

Selanjutnya, Kontras mengimbau pemerintah proaktif mencegah dan menghentikan adanya provokasi yang akan memecah belah masyarakat dengan melakukan berbagai upaya.

"Terbuka dan komunikatif dalam merespons tuntutan masyarakat Papua dengan tanpa menggunakan kekuatan berlebihan dalam menghadapi aspirasi masyarakat Papua," ungkapnya.

Kerusuhan di Manokwari, Papua Barat. (Foto: Ist)

Tak lupa, Yati mengungkapkan bahwa Kontras menginginkan aparat penegak hukum melakukan tindakan yang tegas terhadap pelaku rasisme dan persekusi terhadap mahasiswa Papua di Pulau Jawa.

"Ketiga, mendorong proses penegakan hukum terhadap tindakan persekusi dan rasisme yang terjadi," tutur Yati.

Baca juga: Terkait Kerusuhan di Manokwari Papua Barat, Ini Sikap PDIP 

Seperti diketahui, kericuhan yang terjadi di Manokwari, Papua Barat, diduga sebagai bentuk protes atas persekusi dan rasisme yang menyerang mahasiswa Papua di Pulau Jawa.

Atas protes tersebut, sejumlah demonstran berkumpul serta turun ke jalan untuk memenuhi ruas jalan protokol. Bahkan, massa sempat melakukan pembakaran di depan Kantor DPRD Papua Barat.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini