nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini Akan Sambangi Asrama Papua Besok

Fahreza Rizky, Jurnalis · Senin 19 Agustus 2019 19:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 19 337 2093955 wali-kota-surabaya-tri-rismaharini-akan-sambangi-asrama-papua-besok-cjyIAZs5wt.jpg Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Foto: Okezone)

JAKARTA - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini akan mengunjungi asrama mahasiswa Papua di kotanya pada esok, Selasa 20 Agustus 2019 pasca-insiden pengepungan dan dugaan persekusi oleh oknum masyarakat. Akibat peristiwa di Surabaya dan Malang, berujung pada kerusuhan di Manokwari, Papua.

"Iya iya iya, saya usahakan besok lah. Saya nanti malam pulang," kata Risma usai dilantik menjadi Ketua DPP PDIP di kantor pusat partai, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (19/8/2019).

Baca Juga: Kerusuhan di Manokwari, Risma: Bila Ada Kesalahan di Surabaya, Saya Mohon Maaf

Risma memastikan akan mendatangi asrama Papua di Surabaya esok hari. Dia baru bisa menengok ke sana esok karena beberapa hari kemarin hingga hari ini padat kegiatan.

"Oh iya boleh, nanti saya akan datang. Kemarin itu kan 17 Agustus saya penuh, gak bisa. Mereka juga masih ada di polisi dan penuh acara saya. Ada purna paskibraka, ada upacara, penuh. Setelah itu saya ke sini. Saya akan datang ke sana," ujar dia.

Risma memastikan mahasiswa Papua di Surabaya diterima dengan baik oleh masyarakat. Tidak ada diskriminasi terhadap mereka. Di tiap kegiatan Pemkot Surabaya, anak-anak Papua selalu dilibatkan.

"Saya pastikan, saya pastikan, saya pastikan karena di pemkot pun tidak ada. Kalau itu terjadi, pasti duluan di kami ya karena dia... Bahkan beberapa (orang Papua) kemarin kita lantik sebagai pejabat. Jadi ndak ada. Saya selalu rutin setiap pertemuan atau setiap ada acara di balkot, anak Papua saya ajak menari mereka," jelasnya.

Baca Juga: Warga Papua di Surabaya Jalani Rutinitas Secara Normal

Sekadar informasi, beberapa hari lalu asrama mahasiswa Papua di Surabaya dikepung oknum ormas dan aparat. Pengepungan ini diduga dilatarbelakangi insiden pembuangan bendera merah putih. Berdasarkan kabar yang beredar di media sosial, peristiwa pengepungan itu disertai umpatan rasis.

(Ari)

Berita Terkait

papua

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini