nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ketua DPR Minta Masyarakat Papua Tak Terprovokasi Pasca-Kericuhan di Manokwari

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Senin 19 Agustus 2019 21:29 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 19 337 2093954 ketua-dpr-minta-masyarakat-papua-tak-terprovokasi-pasca-kericuhan-di-manokwari-wSwuHALeLV.jpg Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo (foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) meminta masyarakat Papua agar tak terprovokasi pasca adanya di Manokwari, Papua Barat. Dia meminta masyarakat tak mempercayai kabar yang belum diketahui kebenarannya.

“Mengimbau masyarakat Papua untuk tidak melakukan aksi dengan anarkis dan tidak mudah terpancing dan terprovokasi dengan informasi-informasi yang belum jelas,” ujar Bamsoet kepada wartawan di Jakarta, Senin (19/8/2019).

 Baca juga: Demo Papua Meluas, Kericuhan Sempat Terjadi di Bandara dan Lapas Sorong

Bamsoet juga meminta agar Pemda setempat bersama aparatur hukum dapat memberikan penjelasan duduk persoalan terhadap informasi yang terjadi di Papua Barat tersebut.

“Mendorong pihak intelijen, baik Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Polri, bersama Pemda, untuk lebih aktif dalam memberikan informasi kepada pihak-pihak yang terkait agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” tegasnya.

 Baca juga: Kerusuhan Manokwari Tak Lantas Membuat Medsos Dibatasi

Untuk menjaga situasi tetap terkendali, Politikus Partai Golkar ini meminta aparat di Papua menjaga tempat-tempat strategis.

“Mendorong TNI dan Kepolisian untuk bersiaga menjaga instalasi-instalasi penting yang ada di Papua, seperti Kantor Pemerintahan, Kantor gubernur, Kantor Walikota, Freeport, dan lain-lain sebagainya,” tuturnya.

 

Sekadar informasi, unjuk rasa warga di Kota Manokwari, Papua Barat, disebut sebagai bentuk protes dugaan persekusi dan serangan rasis terhadap mahasiswa Papua di Pulau Jawa. Bahkan, massa melakukan pembakaran terhadap Kantor DPRD Papua Barat.

Selain itu, pengunjuk rasa juga memenuhi jalan-jalan utama Kota Manokwari. Sejumlah ruas jalan protokol di Ibu Kota Papua Barat itu diblokir massa.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini