nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kapolri Akui Kerusuhan di Manokwari Dipicu Peristiwa di Surabaya & Malang

Syaiful Islam, Jurnalis · Senin 19 Agustus 2019 14:35 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 19 337 2093814 kapolri-akui-kerusuhan-di-manokwari-dipicu-peristiwa-kecil-di-surabaya-malang-aJLtD4blAd.jpg Kapolri Jendral Tito Karnavian (Foto: Okezone)

SURABAYA - Kerusuhan yang terjadi di Manokwari, Papua Barat hari ini diduga dipicu peristiwa yang terjadi di Kota Surabaya dan Malang, Provinsi Jatim beberapa hari lalu. Dimana OKP dan masyarakat nyaris bentrok dengan mahasiswa papua di asramanya, Jalan Kalasan Surabaya.

Beruntung bentrok tidak sampai terjadi, setelah anggota dari polrestabes Surabaya mengamankan 43 mahasiswa Papua dari asrama. Setelah dimintai keterangan di mako Polrestabes Surabaya, puluhan mahasiswa papua itu dikembalikan.

"Hari ini ada kejadian di Manokwari ada aksi anarkis di situ. Dan juga ada pengumpulan massa di Jayapura. Ini memang ditriger dari adanya kejadian di Jatim, khususnya Surabaya dan Malang. Ini kita sesalkan," terang Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Surabaya, Senin (19/8/2019).

Menurut Tito, kejadian tersebut tidak perlu terjadi, karena selama ini warga dari Papua sudah lama bersekolah mengejar ilmu pengetahuan di Jatim, Jateng, Jabar, dan Jakarta, tidak ada masalah. Hanya kemarin ditriger ada kesimpangsiuran informasi atau kesalahpahaman.

Baca Juga: Kapolri : Kerusuhan di Manokwari Tidak Perlu Terjadi

Papua

Sehingga mungkin ada yang membuat kata-kata kurang nyaman. Akibatnya warga di Papua merasa terusik dengan bahasa seperti itu. Lalu ada pihak-pihak yang mengembangkan informasi seperti itu untuk kepentingan sendiri.

"Kejadian di Surabaya maupun Malang itu semua hanya peristiwa kecil yang sebetulnya sudah dilokalisir dan diselesaikan oleh muspida setempat. Tapi kemudian muncul hoaks. Mengenai ada kata-kata yang kurang etis dari oknum tertentu. Ada juga hoks seolah-olah ada adik kita dari Papua yang meninggal padahal tidak," papar Tito.

Hal itu yang berkembang di Manokwari. Kemudian terjadi mobilisasi massa. Pihaknya meminta kepada masyarakat yang ada di Papua jangan mudah terpancing dengan berita-berita yang tidak benar.

"Kepada masyarakat kita yang di luar Papua termasuk di Jatim ini perlakukan saudara-saudara kita Papua adalah bagian dari anak bangsa. Papua adalah saudara kita sendiri," tandasnya.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini