nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Begini Geliat 7 Gunung Api Paling Aktif di Indonesia Sepekan Lalu

Salman Mardira, Jurnalis · Senin 19 Agustus 2019 09:21 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 19 337 2093666 begini-geliat-7-gunung-api-paling-aktif-di-indonesia-sepekan-lalu-9RKGl2RgQ3.jfif Ilustrasi (Okezone)

JAKARTA – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengungkapkan aktivitas tujuh gunung api aktif di Indonesia selama sepekan lalu atau periode 12 hingga 18 Agustus 2019. Beberapa di antara gunung itu dilanda erupsi pada minggu lalu.

Dalam laporan dirilis dalam laman resmi Badan Geologi Kementerian ESDM, Senin (19/8/2019), PVMBG mencatat, gunung-gunung tersebut terus dilanda gempa saban hari.

Ketujuh gunung tersebut adalah Gunung Sinabung, Gunung Anak Krakatau, Gunung Slamet, Gunung Tangkubanperahu, Gunung Merapi, Gunung Agung, dan Gunung Karangetang.

Berikut laporannya:

Gunung Sinabung

Selama minggu lalu, tidak terjadi erupsi baik efusif maupun eksplosif. Secara visual umumnya gunung api yang terletak di Tanah Karo, Sumatera Utara itu tampak cerah, tertutup kabut, dan berawan. Asap kawah teramati berwarna putih tipis sampai tebal tekanan lemah mencapai ketinggian 500 meter di atas puncak.

Seismograf merekam 30 kali gempa embusan, 10 kali gempa tornillo, 9 kali gempa low frequency, 2 kali getaran banjir, 4 kali gempa vulkanik dalam, 3 kali gempa tektonik lokal, dan 14 kali gempa tektonik jauh.

Gunung Anak Krakatau

Sepekan lalu, gunung api di Selat Sunda, Lampung ini terjadi erupsi tipe letusan sebanyak 3 kali, yaitu letusan kecil tanpa diikuti oleh hembusan asap/abu serta tidak diikuti oleh dentuman. Pengamatan visual selama seminggu gunung tertutup kabut.anak krakatau

Seismograf merekam 3 kali gempa letusan, 15 kali gempa embusan, tremor menerus dengan amplitudo 1-15 mm, 2 kali gempa vulkanik dangkal, 3 kali gempa vulkanik dalam, dan 1 kali gempa tektonik jauh.

Gunung Tangkubanparahu

Pada minggu lalu, erupsi tipe letusan freatik dicirikan oleh embusan abu menerus masih berlangsung di gunung api di Jawa Barat itu. Letusan disertai suara gemuruh dan kepulan kolom abu tebal kehitaman (dominan abu dan pasir) mencapai ketinggian maksimum 100 meter dan kolom abu ringan bercampur uap air berwarna putih mencapai ketinggian 200 m dari dasar kawah.

Dampak letusan berupa jatuhan abu dan pasir tebal yang jatuh di sekitar Kawah Ratu. Seismograf merekam tremor menerus embusan dengan amplituda 5-50 mm (dominan 30 mm).

Gunung Slamet

Peningkatan kegempaan di gunung api di Jawa Tengah itu secara signifikan mulai terjadi sejak Juni 2019 dan masih berlangsung sampai Agustus 2019. Sampai minggu lalu peningkatan kegempaan belum diikuti oleh erupsi.

Pengamatan visual selama minggu ini pada umumnya gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Hembusan asap bertekanan lemah warna putih dan intensitas tipis hingga sedang dari kawah utama mencapai ketinggian maksimum 100 meter dari atas puncak.

Seismograf merekam 5053 kali Gempa Hembusan, tremor menerus dengan amplitudo 0.5-3 mm, dan 1 kali Gempa Tektonik Jauh.

Gunung Merapi

Pada minggu lalu, gunung api terletak di Jawa Tengah-Yogyakarta itu tidak tercatat erupsi letusan tetapi erupsi efusif dalam laju rendah berupa intrusi lava menembus kubah lava masih berlangsung. Volume kubah lava pekan lalu masih tetap seperti minggu sebelumnya berdasarkan hasil pengukuran pada 8 Agustus 2019 sebesar 461.000 m3.

Posisi kubah lava masih stabil tetapi masih terjadi guguran lava dan awan panas guguran (APG). Sebagian besar ekstrusi lava menjadi guguran lava pijar dan APG meluncur ke hulu Kali Gendol.

APG pada minggu lalu terjadi 2 kali yaitu pada 13 dan 14 Agustus 2019 dengan jarak luncur maksimum 950 meter.

Seismogram merekam 81 kali gempa guguran, 2 kali gempa APG, 24 kali gempa mp, 1 kali gempa hembusan, 34 kali gempa lf, 4 kali gempa vulkanik dangkal, 1 kali gempa vulkanik dalam, dan 19 kali gempa tektonik.Merapi

Gunung Merapi (Taufik/Okezone)

Gunung Agung

Gunung api di Bali itu tidak terjadi erupsi baik efusif maupun eksplosif selama sepekan lalu. Pengamatan visual selama seminggu gunung terlihat jelas sampai kabut/berawan. Umumnya asap kawah teramati berwarna putih tipis tekanan lemah mencapai ketinggian 50-300 meter dari atas puncak.

Seismograf merekam 4 kali gempa embusan, 4 kali gempa vulkanik dangkal, 6 kali gempa vulkanik dalam, 7 kali gempa tektonik lokal, dan 27 kali gempa tektonik jauh.

Gunung Karangetang

Pada minggu lalu, erupsi tipe efusif berupa aliran lava diikuti guguran lava masih berlangsung dan pada malam hari teramati aliran lava pijar (sinar api) dan diikuti guguran lava keluar dari kedua kawah puncak yaitu kawah utama dan kawah dua Gunung Karangetang, Sulawesi Utara.

Guguran lava meluncur ke lereng baratdaya ke arah Kali Nanitu dan Kali Pangi sejauh 1000-1500 m, ke arah Kali Sense meluncur sejauh 1000-1750 m, dan ke arah barat Kali Pangi sejauh 1400 m.

Seismograf merekam 640 kali gempa guguran, 83 kali gempa embusan, 6 kali gempa hybrid/fase banyak, tremor menerus amplitudo 0.25-10 mm, 2 kali gempa vulkanik dalam, dan 21 kali gempa tektonik jauh.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini