PKS Sebut Pesantren Jadi Tertekan Gara-Gara Pernyataan Mahfud

Fadel Prayoga, Okezone · Senin 19 Agustus 2019 09:07 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 19 337 2093663 pks-sebut-pesantren-jadi-tertekan-gara-gara-pernyataan-mahfud-Qr0IOQeTjM.jpg Mardani Ali (Foto: Okezone)

JAKARTA – Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera menyayangkan pernyataan Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan (GSK) Mahfud MD, yang menyebut kaum radikalis Arab Saudi lari ke Indonesia membawa uang jutaan dolar, karena tak disertai dengan data dan fakta yang lengkap.

Menurut dia, ocehan itu akan berbuntut kepada keberadaan para pesantren yang menjadi agen pencerdasan tunas bangsa menjadi tertekan.

“Banyak pesantren bekerja dengan mulia menjadi agen pencerdasan kehidupan bangsa bisa tertekan dengan pernyataan itu,” kata Mardani kepada Okezone, Senin (19/8/2019).

Ia mengimbau kepada mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu bila berbicara terkait isu yang sensitif agar dilengkapi dengan sebuah data, sehingga tak menimbulkan persepsi yang macam-macam di masyarakat.

“Ruang publik kita sebaiknya dipenuhi denga fakta dan pengetahuan yang bernas. Jika ada fenomena bisa disampaikan datanya. Kasihan jika melempar berita tidak didukung data bisa menimbulkan miss interpretasi,” katanya.

Mahfud
(Foto: Mahfud MD/Okezone)

Baca Juga: Soal Buronan Radikal Arab, Mahfud Sudah Koordinasi dengan BIN & BNPT

Sebelumnya, Mahfud MD menegaskan apa yang disampaikannya soal ada buronan radikal lari ke Indonesia, bukan bermaksud memfitnah Arab Saudi.

Informasi yang didapatnya soal itu, pun telah dikoordinasikan ke Badan Intelijen Negara (BIN) dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT)

"Bukan memfitnah Arab, justru info ini dari Arab sendiri. Di Saudi bnyk ditangkap orang-orang radikal, yang belum ditangkap (dengan uang melimpah) lari ke berbagai negara, termasuk ke Indonesia. Kemarin sore Gerakan Suluh Kebangsaan (GSK) juga mengonfirmasi ini dengan BIN dan BNPT dalam closed FGD," tulis Mahfud MD yang dikutip Okezone, kemarin.

Menurut dia, informasi itu bukan sebuah kabar yang baru. Namun, karena dirinya yang berceloteh di publik, sehingga wajar saja bila menjadi perhatian seluruh pihak.

"Berita bahwa di Saudi banyak kaum radikalis yang ditangkap dan yang belum ditangkap lari Asia Tenggara sebenarnya bukan berita baru dan sudah sering diungkapkan. Semula tenang-tenang saja, tapi banget saya ikut ngomongkan tiba-tiba jadi berita besar dan ditanggapi secara besar-besaran. Alhamdulillah, kalau begitu," kata Mahfud.

(edi)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini