nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kantor Polisi Jadi Sasaran Teror, Kapolri Akan Evaluasi Sistem Keamanan Polsek hingga Polda

Abdul Rochim, Jurnalis · Minggu 18 Agustus 2019 22:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 18 337 2093568 kantor-polisi-jadi-sasaran-teror-kapolri-akan-evaluasi-sistem-keamanan-polsek-hingga-polda-9of5WqbJ4n.jpg

JAKARTA - Polri segera melakukan evaluasi sistem keamanan di seluruh kantor kepolisian mulai tingkat Polsek hingga Polda. Evaluasi tersebut dilakukan menyusul adanya penyerangan Mapolsek Wonokromo, Kota Surabaya, Jawa Timur oleh tersangka pelaku teror pada Sabtu, 17 Agustus 2019 petang, bertepatan dengan peringatan HUT ke-74 RI.

"Kita evaluasi terhadap sistem keamanan di seluruh polres dan polsek, termasuk polda. Sebab, sebelumnya Polda Riau juga pernah diserang," ujar Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian ditemui saat menghadiri perayaan ulang tahun ke-69 Ketua DPD Oesman Sapta Odang (OSO) di Jakarta, Minggu, 18 Agustus 2019.

Kapolri mengatakan, pihaknya juga langsung mengusut kemungkinan adanya jaringan dari tersangka teror berinisial IM, 30. "Kalau memang ada jaringan maka semua jaringannya harus ditangkap," katanya.

Menurut Kapolri, Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2008 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme (UU Antiterorisme), Polri memberikan kewenangan cukup besar kepada penagak hukum dan negara untuk menangani jaringan terorisme. "Kita akan kembangkan terus, kita akan tangkap siapapun yang terlibat," tuturnya.

Sejauh ini, kata Kapolri, tersangka aksi teror berinisial IM, diketahui terpapar paham radikal akibat informasi yang didapatkannya dari internet. Kapolri menyebut tersangka mengalami self radicalism atau radikalisasi diri sendiri lewat online.

Kapolri

"Sementara info yang saya dapatkan dari Densus 88 maupun Polda Jatim, tersangka ini mengalami self radicalism, radikalisasi diri sendiri karena melihat online, dari gadget, internet. Ada ikuti kajian- kajian yg membuat dia akhirnya muncul pemahaman, interpretasi jihad versi dia, jihad kekerasan," ujar Kapolri.

Kapolri mengatakan, setelah mendapatkan pemahaman terkait jihad, tersangka kemudian berusaha untuk mencari sasaran dan menjadikan kepolisian sebagai target. "Polisi dianggap thogut karena bagi mereka, polisi selain thogut dianggap kafir harbi karena sering melakukan penegakan hukum kepada mereka sehingga bagi dia, melakukan serangan kepada kepolisian bisa dapat pahala menurut versi yang bersangkutan," tuturnya.

Polisi lantas bergerak cepat melumpuhkan pelaku dengan ditembak di tempat. "Sekarang yang bersangkutan ditembak di tempat, tapi tidak di bagian mematikan," katanya.

Sementara itu, Aiptu Agus Sumarsono, petugas piket di Mapolsek Wonokromo, yang mengalami serangan oleh tersangka teror berinisial IM, 30, pada Sabtu, 17 Agustus 2019 petang, langsung mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa dari Polri.

"Saya sudah menyampaikan untuk berikan kenaikan pangkat luar biasa kepada anggota terluka," ujar Kapolri.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini