nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Korban Pembacokan di Wonokromo Dapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa

Abdul Rochim, Jurnalis · Minggu 18 Agustus 2019 16:21 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 18 337 2093516 polisi-korban-pembacokan-di-wonokromo-dapat-kenaikan-pangkat-luar-biasa-6KXzy3HRAv.jpg Kapolri Tito Karnavian

JAKARTA - Aiptu Agus Sumarsono, petugas piket di Mapolsek Wonokromo, Kota Surabaya, Jawa Timur, yang mengalami serangan oleh tersangka teror berinisial IM, 30, pada Sabtu, 17 Agustus 2019, langsung mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa dari Polri.

"Saya sudah menyampaikan untuk berikan kenaikan pangkat luar biasa kepada anggota terluka," ujar Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian ditemui saat menghadiri perayaan ulang tahun ke-69 Ketua DPD Oesman Sapta Odang (OSO) di Jakarta, Minggu, (18/8/2019).

Sebelumnya, Polri juga memberikan kenaikan pangkat luar biasa kepada empat polisi yang terbakar saat mengawal aksi demo mahasiswa di Cianjur, Jawa Barat, Kamis (15/8/2019). Keempat polisi tersebut yakni Aiptu Erwin, Bripda FA Simbolon, Bripda Yudi Muslim dan Bripda Anif.

Ilustrasi

Kapolri mengatakan, tersangka aksi teror berinisial IM, diketahui terpapar paham radikal akibat informasi yang didapatkannya dari internet. Kapolri menyebut tersangka mengalami self radicalism atau radikalisasi diri sendiri lewat online.

"Sementara info yang saya dapatkan dari Densus 88 maupun Polda Jatim, tersangka ini mengalami self radicalism, radikalisasi diri sendiri karena melihat online, dari gadget, internet. Ada ikuti kajian- kajian yg membuat dia akhirnya muncul pemahaman, interpretasi jihad versi dia, jihad kekerasan," ujar Kapolri.

Kapolri mengatakan, setelah mendapatkan pemahaman terkait jihad, tersangka kemudian berusaha untuk mencari sasaran dan menjadikan kepolisian sebagai target. "Polisi dianggap thogut karena bagi mereka, polisi selain thogut dianggap kafir harbi karena sering melakukan penegakan hukum kepada mereka sehingga bagi dia, melakukan serangan kepada kepolisian bisa dapat pahala menurut versi yang bersangkutan," tuturnya.

Polisi lantas bergerak cepat melumpuhkan pelaku dengan ditembak di tempat. "Sekarang yang bersangkutan ditembak di tempat, tapi tidak di bagian mematikan," katanya.

Baca Juga: Kapolri Sebut Terduga Teroris Surabaya Terpapar Internet Soal Radikalisasi

Baca Juga: Kondisi Anggota Polsek Wonokromo Membaik Usai Jalani Operasi

Pascakejadian tersebut, pihaknya langsung melakukan evaluasi terhadap sistem keamanan di seluruh polres dan polsek, termasuk polda. Sebab, sebelumnya Polda Riau juga pernah mengalami serangan teroris.

"Kalau memang ada jaringan maka semua jaringannya harus ditangkap. Undang-undang baru Nomor 5 Tahun 2008 memberikan kekuatan cukup besar kepada penagak hukum, kepada negara untuk menangani jairngan terorisme. Kita akan kembangkan terus, kita akan tangkap siapapun yang terlibat," katanya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini