nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tentang JK yang Berpakaian Adat Aceh di HUT RI Terakhir Sebagai Wapres

Salman Mardira, Jurnalis · Sabtu 17 Agustus 2019 16:13 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 17 337 2093236 tentang-jk-yang-berpakaian-adat-aceh-di-hut-ri-terakhir-sebagai-wapres-cNP6jDoxyx.jpeg Wapres Jusuf Kalla dan istrinya Mufidah JK berpakaian adat Aceh (Instagram)

JAKARTA – Upacara HUT ke 74 Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta jadi ajang promosi pakaian adat nusantara. Jika Presiden Jokowi mengenakan pakaian adat Klungkung, Bali, Wakil Presiden Jusuf Kalla tampak gagah dalam balutan pakaian adat Aceh lengkap dengan rencong di pinggang.

JK serasi dengan istrinya Mufidah yang anggun dengan balutan pakaian adat Aceh lengkap mahkota kuning emas di kepala dan kain songket menutupi pinggang hingga lutut.

Upacara HUT RI, Sabtu (17/8/2019), menjadi yang terakhir diikuti JK sebagai Wakil Presiden. Masa jabatan JK sebagai Wapres pendamping Presiden Jokowi akan purna pada akhir Oktober 2019.

Di Hari Kemerdekaan pada penghujung periode kedua jadi Wapres, JK mengenakan pakaian adat Aceh, sama seperti yang dipakai Jokowi saat perayaan HUT RI tahun lalu.

Baca juga: Jokowi Berpakaian Adat Aceh di HUT Ke-73 RI

Jusuf Kalla memiliki hubungan khusus dengan Aceh. Dia dihormati oleh rakyat Aceh karena perannya begitu besar dalam mewujudkan perdamaian di Bumi Serambi Makkah.Jusuf Kalla

Pada periode pertama menjadi Wakil Presiden mendampingi Susilo Bambang Yudhono (SBY), JK berkontribusi banyak dalam mendorong perdamaian antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan pemerintahan RI.

JK mengutus orang kepercayaan yang sama-sama berasal dari Bugis, Farid Husain untuk melobi pimpinan militer dan sipil GAM mulai dari hutan sampai ke luar negeri, agar bersedia berunding dengan pemerintah.

Baca juga: Cerita Jokowi Bekerja di Aceh, Bangun Bisnis Tanpa Modal hingga Jadi Presiden

JK sengaja mengutus orang sedaerahnya untuk melobi GAM karena Bugis dan Aceh punya hubungan baik sejak masa kerajaan dulu. Nilai historis itu yang salah satu dipakai JK untuk mendekati GAM.

Akhirnya perundingan pun terwujud. GAM dan pemerintah RI meneken MoU damai di Helsinki, Finlandia, pada 15 Agustus 2005, sekaligus mengakhiri konflik bersenjata selama 30 tahun yang telah menelan puluhan ribu nyawa.Jusuf Kalla

Selain perdamaian, JK juga banyak memberi perhatian ke Aceh saat baru-baru dilanda tsunami pada 26 Desember 2004.

Baca juga: Alasan Jokowi Selalu Kenakan Pakaian Adat saat Upacara HUT RI

Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengapresiasi JK dan Mufidah mengenakan pakaian Aceh di HUT RI.

“Apa yang hari ini diperlihatkan oleh Wakil Presiden Bapak Jusuf Kalla dan Ibu Mufidah dengan memakai baju adat Aceh pada upacara HUT ke-74 Kemerdekaan RI adalah bentuk kecintaan Wapres terhadap Aceh. Aceh tetap menjadi perhatian pemerintah hingga saat ini,” katanya.

Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh di Jakarta, Al Muniza Kamal mengatakan, pakaian Aceh dikenakan JK bagian dari bentuk apresiasi terhadap budaya. Ia mengajak warga Aceh tak malu mengenakan pakaian adat dalam setiap menghadiri hajatan.

“Kita mesti menghargai dan mengapresiasi dengan wujud ikut terlibat dalam setiap kegiatan atau acara agar menggunakan pakaian adat kita sebagai bentuk pelestarian kebudayaan dan cinta budaya bangsa,” ujarnya.

Anggota DPR RI asal Aceh, M Nasir Djamil mengatakan, mengenakan pakaian adat saat HUT RI sebagai upaya pemerintah untuk menyampaikan wujud Bhinneka Tunggal Ika Indonesia.

“Tentu saja warga negara yang berasal dari provinsi tersebut merasa tersanjung ketika presiden atau wakil presiden mengenakan baju adat mereka,” ujarnya.Jokowi-JK

Secara politik, lanjut dia, mengenakan pakaian adat saat HUT TI adalah cara dilakukan Presiden untuk mendekatkan pemerintahannya kepada rakyat. Namun, dia menekankan agar itu tidak dilakukan hanya sebatas simbol saja.

Menurutnya yang paling penting adalah pemerintah memberikan perhatian kepada daerah.

“Tidak sebatas memakai baju adat daerah, tapi bagaimana harkat martabat daerah itu diangkat, karena rakyat tidak kenyang hanya dengan (memakaikan) baju adat, rakyat tidak akan sejahtera,” kata anggota Komisi III DPR itu.

1
2

Berita Terkait

HUT Ke-74 RI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini