nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tak Hanya Penindakan, KPK Juga Akan Laporkan Hasil Pencegahan Korupsi

Sabtu 17 Agustus 2019 17:04 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 17 337 2093190 tak-hanya-penindakan-kpk-juga-akan-laporkan-hasil-pencegahan-korupsi-TbxNX9YarA.jpg Ketua KPK, Agus Rahardjo (Foto: Heru Haryono/Okezone)

JAKARTA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo menilai Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak pernah mengabaikan penindakan hukum. Hal itu menanggapi pidato kenegaraan Jokowi yang disampaikan di depan sidang bersama DPD dan DPR, pada Jumat, 16 Agustus 2019 kemarin.

Sebelumnya, Jokowi mengatakan bahwa ukuran kinerja lembaga pemberantasan korupsi harus diukur dari berapa potensi pelanggaran hukum dan pelanggaran HAM bisa dicegah, hingga berapa potensi kerugian negara yang bisa diselamatkan.

"Dari isi pidatonya, Presiden bukan melupakan penindakan yang keras dalam hukum tetapi dalam waktu yang sama beliau ingin pencegahan yang menghasilkan penyelamatan uang negara itu juga perlu menjadi ukuran kita. Oleh karena itu, dalam hal ini mungkin orientasi kita sedikit dibagi," ucap Agus usai mengikuti upacara HUT ke-74 RI, dikutip dari Antaranews, Sabtu (17/8/2019).

Oleh karena itu, lanjut Agus, nantinya KPK juga akan mempublikasikan hasil pencegahan yang telah dilakukan, tidak hanya pada penindakan.

"Jadi nanti yang kita laporkan bukan hanya hasil penindakan (korupsi) tetapi juga hasil dari pencegahan karena saya yakin teman-teman di pencegahan telah melakukan banyak hal baik untuk mendorong pendapatan resmi daerah maupun penataan aset dan lain-lain. Itu saya yakin itu menghasilkan uang yang tidak kecil potensinya," tuturnya.

Ilustrasi Korupsi

Menurut Agus, untuk menghalangi terjadinya korupsi dan menyelamatkan uang negara tersebut maka diperlukan pencegahan yang lebih baik, pencegahan lebih terarah, dan pencegahan yang lebih mengidentifikasikan tempat yang strategis.

"Makanya, nanti dalam pencegahan juga perlu diukur. Pencegahan yang kami lakukan kemudian menghasilkan potensi berapa itu perlu diukur. Ada hitungannya tetapi tidak pernah kami publikasi. Jadi, makanya saya kemarin waktu keluar pidato itu coba anak-anak (di KPK) kumpulkan data itu kemudian kami publikasi," tuturnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini