nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Surya Paloh Persilakan Presiden Jokowi untuk Ganti Jaksa Agung

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Jum'at 16 Agustus 2019 14:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 16 337 2092746 surya-paloh-persilakan-presiden-jokowi-untuk-ganti-jaksa-agung-BaVeMoqrwI.jpg Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh (foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua Umum (Ketum) Partai NasDem, Surya Paloh mengaku tidak masalah jika Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) mengganti Jaksa Agung. Paloh mempersilakan Jokowi jika ingin mengganti Jaksa Agung, M Prasetyo saat ini juga.

Sekadar informasi, M Prasetyo merupakan kader Partai NasDem yang saat ini menjabat sebagai Jaksa Agung.

"Kalau Jaksa Agung, Presiden mau ubah, jangankan tunggu sebulan lagi, kalau hari ini mau diganti memang kenapa? Kalau itu memang untuk keperluan kita," kata Paloh di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2019).

 Baca juga: Golkar Enggan Bocorkan Komposisi Menteri Kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin

"Tidak ada masalah dari NasDem. Apa masalahnya? Kalau hari ini juga enggak cocok dengan Presiden enggak masalah," ditambahkan Paloh.

Paloh menyebut pernyataan itu sesuai dengan sikap NasDem.‎ Kata dia, konsistensi partainya tak perlu diragukan saat menjalankan politik tanpa mahar. Bahkan, imbuhnya, saat NasDem memberikan dukungan kepada Jokowi tanpa syarat.

"Artinya idealisme tetap harus kita prioritaskan, lebih penting, lebih berharga untuk kepentingan membangun bangsa ini. Demi kemajuan partai ini sendiri," ujarnya.

 Baca juga: Jokowi Diprediksi Bakal Depak Menteri yang Bolak-balik KPK

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyampaikan Jaksa Agung untuk periode selanjutnya tidak akan berasal dari kalangan partai politik. Jokowi mengisyaratkan akan menyerahkan jabatan nomor satu di Kejaksaan tersebut dari profesional.

"Jaksa agung pasti bukan dari parpol," ujar Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 13 Agustus 2019, lalu.

Menurut Paloh, tidak ada jaminan penegakan hukum akan lebih baik jika Korps Bhayangkara bukan berasal dari kalangan parpol. Katanya, kejaksaan bisa jadi lebih buruk jika Jaksa Agungnya bukan dari elite politik.

"Terserah. Belum tentu siapa bilang lebih (baik), kan belum tentu juga. Bisa lebih bobrok juga," tuturnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini