nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ketua DPD : Liberalisasi dan Paham Radikal Jadi Tantangan Terberat Indonesia

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Jum'at 16 Agustus 2019 11:04 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 16 337 2092653 ketua-dpd-liberalisasi-dan-paham-radikal-jadi-tantangan-terberat-indonesia-ho5Icpn1mi.jpg Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang saat sidang tahunan DPR & DPD di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2019). (Dok Okezone)

JAKARTA – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Oesman Sapta Odang (OSO) menyebut tantangan terberat Indonesia saat ini, yaitu liberalisasi dan paham radikal. Dua paham tersebut, kata OSO, terpantau mulai merambah ke Indonesia dalam era globalisasi saat ini.

"Dalam era globalisasi ini, negara kita juga memiliki tantangan berat yang lain. Tantangan berat tersebut adalah merebaknya dua paham besar, yakni liberalisasi dan paham radikal," ucap OSO dalam sambutannya di sidang tahunan MPR/DPR/DPD RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2019).

Menurut OSO, dua paham tersebut telah bergerak secara radikal ke anak-anak ibu pertiwi dengan mengatasnamakan kebebasan dan demokrasi. Padahal, tekannya, dua paham tersebut bertentangan dengan Pancasila dan agama.

Gedung MPR/DPR/DPD RI. (Foto: Okezone)

"Dua paham tersebut telah masuk ke masyarakat kita dengan mempertentangkan antara Pancasila dan Agama," ucapnya.

OSO menegaskan, ideologi negara yakni Pancasila‎ merupakan solusi bijak yang telah menjadi konsensus final kita dalam bernegara di Indonesia. Namun, Pancasila dikaburkan maknanya karena munculnya dua paham tersebut.


Baca Juga : Ketua DPD Sanjung Kinerja Jokowi pada Periode Pertama Kepemimpinan

"Sungguh ini merupakan tantangan besar buat kita semua. Jika kita lengah, tidak mustahil Indonesia akan tereduksi. Namun kita harus selalu optimis," katanya.

"Pancasila sebagai filsafat kita dalam bernegara harus terimplementasi secara terstruktur, sistematis, dan massif di semua lapisan masyarakat. Mulai dari kalangan elite hingga masyarakat yang bersandal jepit. Mulai dari anak-anak dan remaja, hingga kalangan yang sudah dewasa," tuturnya.


Baca Juga : Ketua DPD Dukung Jokowi Pindahkan Ibu Kota ke Kalimantan

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini