nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pertemuan Tokoh Politik Pasca-Pilpres Mencairkan Masalah Bangsa

Fadel Prayoga, Jurnalis · Jum'at 16 Agustus 2019 04:45 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 16 337 2092533 pertemuan-tokoh-politik-pasca-pilpres-mencairkan-masalah-bangsa-9868v9k7pm.jpg Simposium Pemilu 2019 dan Kualitas Demokrasi Indonesia (Foto: Ist)

JAKARTA - Sejumlah tokoh politik bertemu, diawali dengan pertemuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Dilanjut dengan pertemuan Prabowo dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. 

Kemudian, pertemuan Prabowo dengan Plt Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa. Pertemuan para tokoh politik itu dianggap dapat mencairkan masalah bangsa.

"Secara keseluruhan, pertemuan-pertemuan tokoh politik itu mencairkan masalah negara dan bangsa," ujar Ketua Umum DPP Perkumpulan Gerakan Keadilan (PGK) Bursah Zarnubi di acara Simposium "Pemilu 2019 Dan Kualitas Demokrasi Indonesia" Jakarta Pusat, Kamis 14 Agustus 2019.

Baca Juga: Megawati ke Prabowo: Tolong Dekatin Saya Kalau Mau Maju di Pilpres 2024

Prabowo-Megawati

Bursah menuturkan, demokrasi itu mendorong sirkulasi elite, dalam satu konteks supaya untuk menghindari konflik yang tidak diinginkan, menghindari gontok-gontokan. Jadi, demokrasi itu harus membuat sirkulasi elit yang beradab.

"Kalau zaman klasik kuno kan menggunakan pedang, jadi karena demokrasi itu saat ini harus menjaga adab. Mengubah kepemimpinan secara beradab," tuturnya.

Menurutnya, kenapa kemajuan demokrasi di Indonesia bergerak lambat, yakni karena yang ada selalu mempertentangkan Pancasila. Bila dibandingkan negara lain, Cina misalnya mereka sudah selesai dengan masalah ideologi.

"Sekarang mereka itu lebih mudah memperkokoh persatuan. Sekarang ekonomi Cina luar biasa," katanya.

Jokowi dan Prabowo

Berbeda dengan Indonesia yang setiap kali pemilu, kata Bursah, pasti akan muncul isu komunis, khilafah dan lainnya. Padahal, seharusnya hal-hal semacam itu tak perlu digunakan dalam kontestasi politik di Tanah Air.

"Peristiwa oposisi dengan pemerintah menurut saya sangat positif, mengingat ketegangan masyarakat hampir setahun. Bayangkan lah saya dibilang kecebong, padahal kita beda politik itu biasa saja. Ada orang suami-istri sampai berantem karena perbedaan pilihan politik," katanya.

Kendati demikian, ia mengganggap sikap pertemuan para tokoh yang tadinya bertarung di Pilpres kembali bersalaman sangat baik untuk untuk demokrasi di Tanah Air.

Baca Juga: Ini yang Dibahas Prabowo dan Petinggi PPP Diselingi 'Ketawa-ketiwi'

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini