nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemerintah Kawal Proyek Strategis PLTA di Kalimantan

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Jum'at 16 Agustus 2019 02:31 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 16 337 2092520 pemerintah-kawal-proyek-strategis-plta-di-kalimantan-gZwW2iMgLW.jpg KSP Moeldoko (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kepala Staf Presiden (KSP), Moeldoko akan mengawal proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Sungai Kayan, Kalimantan Utara. Pemerintah telah melakukan MoU dengan pihak terkait di Kantor KSP, Gedung Bina Graha, Jakarta, Kamis (15/8/2019).

Moeldoko mengatakan perjanjian yang ditandatangani mengenai tiga proyek strategis nasional di Kalimantan Utara, yakni meliputi pembangunan pembangkit listrik tenaga air yang menghasilkan listrik hingga 9.000 megawatt, pembangunan pelabuhan dan kawasan industri.

"Jadi, tiga kegiatan besar itu sekaligus dalam satu kawasan terintegrasi," kata Moeldoko.

Baca Juga: Polisi Periksa 20 Orang Saksi Terkait Pemadaman Listrik Massal 

Moeldoko mengatakan, pihaknya akan mengawal jalannya proyek strategis nasional pada kawasan-kawasan tertentu yang sudah ditandatangani hari ini.

"Hari ini, sebuah realisasi dari apa yang sekian lama telah diperjuangkan oleh Pak Gubernur (Kalimantan Utara Irianto Lambrie)," ujarnya.

Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie menerangkan, pembangunan PLTA Sungai Kayan ini dibangun di atas lahan 12.000 hektare untuk menghasilkan listrik hingga 9.000 megawatt.

"Pembangunan ini diinisiasi oleh PT Kahayan Hydro Energy yang digagas sejak 2009. Pada 31 Oktober 2018, ditandatangani kontrak kerja sama di ruangan ini (KSP) antara PT Kahayan Hydro Energy dengan China Power dan hari ini dilanjutkan penandatangan pelaksanaan proyek," kata Irianto.

Ilustrasi 

Menurut dia, PLTA di Sungai Kayan akan dibangun sebanyak lima bendungan yakni bendungan pertama menghasilkan 900 megawatt, bendungan kedua 1.200 megawatt, bendungan ketiga dan keempat itu 1.800 megawatt lalu bendungan kelima 3.200 megawatt.

"Sehingga jumlah keseluruhan itu 9.000 megawatt. Ini akan menjadi yang terbesar di Indonesia, bahkan Asean. Karena kita tahu PLTA terbesar itu Sungai Asahan yang menghasilkan 600 megawatt," ujarnya.

Ia menambahkan, pembangunan megaproyek ini sudah ditetapkan sebagai proyek strategis nasional berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2018, sehingga secara periodik tentu akan dilaporkan kepada Presiden RI perkembangannya.

"Hubungan dengan KSP yang dipimpin Pak Moeldoko adalah tugas beliau untuk mengawasi, mengevaluasi dan mencegah adanya hambatan-hambatan. Beliau sudah menugaskan salah satu deputi untuk terus memonitor proyek pembangunan ini," ujarnya.

Baca Juga: Pekan Depan, Polisi Umumkan Hasil Assessment Mati Listrik Massal 

MoU juga dilakukan dengan perwakilan dari China Power, hadir juga Direktur Utama PT Pelindo IV Farid Padang dan Direktur Operasi II PT Adhi Karya Pundjung Setya Brata. Pembangunan tiga proyek itu dikerjakan oleh PT Adhi Karya dan PT Pelindo IV.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini