nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemuda 18 Tahun Davyn Sudirdjo Raih Penghargaan di Bidang Sains dari BPIP

Muhamad Rizky, Jurnalis · Kamis 15 Agustus 2019 23:10 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 15 337 2092497 pemuda-18-tahun-davyn-sudirdjo-raih-penghargaan-di-bidang-sains-dari-bpip-kRPm8XkflM.jpg Davyn Sudirdjo, pendiri eTani (Foto: Instagram)

JAKARTA – Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) memberikan penghargaan untuk kinerja positif dan berprestasi terhadap 74 orang Indonesia. Salah satu penerimanya, Davyn Sudirdjo, seorang pemuda berusia 18 tahun.

Salah satu kriteria untuk dipilih sebagai "ikon prestasi" adalah telah menerima penghargaan di lingkup nasional dan internasional. Davyn pun menerima penghargaan di bidang Sains dan Inovasi.

Ke-74 ikon yang dipilih memang berasal dari empat kategori, terutama Sains dan Inovasi, Olahraga, Seni dan Budaya, dan Kegiatan Sosial. Penghargaan ini diberikan dalam rangka memperingati 74 tahun kemerdekaan Indonesia.

Baca Juga: BPIP Akan Berikan Apresiasi kepada 74 Tokoh Pancasila

Davyn adalah pendiri eTani. Pada kondisi saat ini, eTani adalah perusahaan pemula yang memberdayakan petani Indonesia tanpa perantara dan mempromosikan budaya Farm to Table.

Pemuda yang tengah mengejar gelar sarjana dalam Ilmu Komputer, dalam Ilmu Data dan Ekonomi di Stanford University, Amerika Serikat itu dalam jangka panjang memiliki visi untuk mengembangkan ekosistem yang memberdayakan petani dengan menyediakan pasar.

BPIP ketika bertemu Jokowi

Kemudian, membantu mereka mendapatkan dana, membangun kolaborasi masyarakat dengan para pakar pertanian dan sesama petani, serta memaksimalkan kualitas dan kuantitas hasil ladang mereka.

Davyn juga terpilih untuk mewakili Indonesia pada Youth Agriculture Summit 2019 di Brasilia, Brasil, Novermber mendatang. Youth AG Summit pada tahun 2019 mengangkat masalah Keamanan Pangan, salah satu Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

Davyn juga bersama dengan tokoh-tokoh besar seperti Nadiem Makarim, Christine Hakim, Ale Sihasale, Nia Zulkarnaen, Addie MS dan juga kedua siswa penemu obat kanker akan menerima penghargaan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Solo pada 19 Agustus 2019.

Baca Juga: Presiden Jokowi Kukuhkan Anggota Paskibraka di Istana

Dari 74 putra putri Indonesia penerima Pancasila berprestasi di antaranya ada Davyn Sudirdjo pencipta aplikasi E-Tani, mahasiswa S1 Stanford, USA asal Jakarta; Yuma Soerianto, pencipta 5 aplikasi (Lets Stack!, Hunger Button, Kid Calculator, Weather Duck, Pocket Poke, siswa di Middle Park Primary School, Melbourne, Australia, asal Jakarta.

Prof. Ir Teuku Faisal Fathani, pencipta alat pengintai longsor, Guru Besar di Universitas Gajah Mada (UGM) asal Aceh.

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua BPIP Hariyono mengatakan, penghargaan yang diberikan terhadap anak bangsa yang berprestasi diharapkan bisa menjadi contoh positif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Kami berharap bahwa apresiasi terhadap saudara-saudara kita yang berprestasi dibidangnya masing-masing, bisa mengangkat contoh-contoh yang positif di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," ucap Hariyono.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini