Menjadi Bagian dari Gemuruh Rakyat saat Proklamasi Dibacakan Lewat Catatan Frans Mendur

Subhan Sabu, Okezone · Jum'at 16 Agustus 2019 07:05 WIB
https: img.okezone.com content 2019 08 15 337 2092487 menjadi-bagian-dari-gemuruh-rakyat-saat-proklamasi-dibacakan-lewat-catatan-frans-mendur-4YOlX0zWoZ.jpg Frans Mendur sukses mendokumentasikan momen bersejarah pembacaan Proklamasi Indonesia (Foto: Subhan Sabu/Okezone)

Tidak ada keterangan pasti kapan tulisan itu ditulis oleh Frans Mendur. Tulisan tersebut di laminating dan ditempelkan berdekatan dengan beberapa foto hasil karyanya yang dipajang di Monumen dan Museum Alexius Impurung Mendur dan Frans Sumarto Mendur.

Monumen dan Museum tersebut berada di pinggiran jalan Raya Kawangkoan- Manado, Desa Talikuran, Kecamatan Kawangkoan, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Berbentuk rumah panggung yang terbuat dari kayu, ciri khas rumah adat Minahasa. Bangunan berwarna putih itu di depannya terdapat sebuah tugu berbentuk patung berwarna keemasan.

Patung tersebut merupakan patung dari dua orang pahlawan nasional yang sedang berdiri di atas kamera jenis leica. Keduanya adalah Alexius Impurung Mendur dan Frans Sumarto Mendur.

Saat disambangi Okezone bangunan tua dua lantai itu dalam keadaan tertutup. Lantai satu ditinggali oleh pasangan suami istri Pierre Charles Mendur dan Dina Fitrianti Soerahman yang merupakan cucu keponakan dari Alex dan Frans sedangkan lantai dua merupakan museum yang berisikan foto-foto hasil karya ke duanya.

Di belakang patung terdapat sebuah prasasti yang menunjukkan monumen dan museum Alexius Impurung Mendur dan Frans Sumarto Mendur diresmikan oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, 11 Februari 2013.

Dokumentasi Frans Mendur

Saat asyik melihat-lihat, seorang wanita tampak berlari tergopoh-gopoh menghampiri. Begitu diberitahukan maksud dan tujuan kedatangan, okezone langsung dipersilahkan naik ke lantai dua oleh sang wanita yang tak lain adalah Dina Fitrianti Soerahman.

Lantai dua bangunan yang dijadikan museum itu terlihat tidak terawat. Sekitar 130 foto hitam putih, berukuran 10R dipajang dalam museum tersebut. Lima foto Frans yang paling dikenal yakni pembacaan teks proklamasi oleh Bung Karno, upacara pengibaran bendera, teks proklamasi tulisan tangan asli, teks proklamasi ketikan, serta suasana upacara terpajang di dinding kayu yang terlihat mulai rapuh itu.

Dokumentasi Frans Mendur

Sementara hasil karya Alex yang paling dikenal yakni penjemputan Jendral Sudirman saat perang gerilya, Bandung lautan api, Konferensi Meja Bundar, Konferensi Asia-Afrika, Perjanjian Lingkar Jati, Supersemar, Bung Tomo saat membakar semangat rakyat pada 10 November 1945 juga dipajang keliling dinding ruangan.

Ada beberapa foto yang sudah rusak, di antaranya foto jenderal Sudirman, ada juga foto Ir. Soekarno saat dilantik sebagai presiden RIS, 17 Desember 1949, tapi sayang sudah tidak kelihatan lagi bentuknya. Bahkan ada juga foto-foto yang berserakan di lantai bangunan yang terbuat dari kayu itu.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini