nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Komisi I DPR Minta TNI AD Lakukan Pengawasan Ketat ke Enzo

Fadel Prayoga, Jurnalis · Kamis 15 Agustus 2019 20:58 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 15 337 2092461 komisi-i-dpr-minta-tni-ad-lakukan-pengawasan-ketat-ke-enzo-ngERnuhWCx.jpg Foto: Ist

JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI, Syaiful Bahri Anshori meminta kepada TNI AD untuk melakukan pengawasan ketat terhadap seorang taruna Akademi Militer tahun 2019 bernama Enzo Zenz Allie (18).

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu muncul kabar kalau Enzo diduga terpapar paham khilafah. Informasi itu merebak ketika foto-foto lawasnya muncul di media sosial, menunjukkan dirinya berfoto dengan bendera tauhid yang identik dengan lambang ormas terlarang di Indonesia, yakni Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Ia mengimbau agar Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Andika Perkasa mengajak pihak yang berkompeten untuk mendalami masalah ideologi Enzo seperti Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

"Minta kembali masukan dari berbagai pihak yang punya kompetensi soal masalah ini, karena ini masalah sangat serius untuk kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara," kata Syaiful dalam keterangan tertulis, Kamis (15/8/2019).

Enzo Aliie

Menurut dia, permintaan itu untuk menjaga marwah TNI AD dari serangan paham radikalisme. Sehingga Pancasila sebagai dasar negara Indonesia akan terus tertanam dalam prajurit.

"Karena ini menyangkut ideologi negara, dan Negara Kesatuan Repubik Indonesia (NKRI)," ujarnya.

Apabila seorang calon perwira TNI, kata dia, terpapar paham radikalisme maka dapat mengancam keutuhan NKRI.

"Bisa berlawanan dengan semangat yang digelorakan oleh pemerintah dan keamanan tentang pemberantasan radikalisme, ekstrimisme dan terorisme," kata politikus PKB itu.

Baca Juga: TNI AD Pastikan Enzo Allie Tidak Terafiliasi HTI

Sebelumnya, KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa menyatakan, tetap mempertahankan Enzo menjadi salah satu Taruna Akmil 2019. Hal itu dilakukan setelah melakukan penelusuran lebih lanjut kepada yang bersangkutan.

"Kami lajukan pada Sabtu dan Minggu. Kesimpulan Enzo dilihat dari indeks moderasi bernegara memiliki nilai 84 persen. Jadi indek moderasi keberagaman cukup bagus. Angkatan darat mempertahankan Enzo," kata Andika saat konferensi di Gedung Mabesad, Jakarta Pusat, Selasa, 13 Agustus 2019.

Meski begitu, kata Andika, pihaknya tetap akan melakukan penilaian terhadap yang bersangkutan selama menjalani pendidikan di Akmil selama empat tahun mendatang. Ia menyebut, seluruh calon perwira itu tak selamanya akan lolos dari pendidikan tersebut.

"Namun demikian penilaian terhadap calon perwira ada masa tahap pendidikan maka selama 4 tahun itu pula penilaian berlaku. Tidak semuanya berhasil. 2014 ada 3 orang ada taruna Akmil yang di DO. Kemudian 2015 ada 1 orang. 2018 ada 5 orang," kata dia.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini