nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jelang HUT RI ke-74, Gerkindo dan Ormas Kristen Lain Sampaikan Pernyataan Sikap

Fahreza Rizky, Jurnalis · Kamis 15 Agustus 2019 19:22 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 15 337 2092411 jelang-hut-ri-ke-74-gerkindo-dan-ormas-kristen-lain-sampaikan-pernyataan-sikap-eBd0u4FRrq.jpg

JAKARTA - Organisasi saya Partai Perindo, yakni Gerakan Kasih Indonesia (Gerkindo) menggelar pertemuan dengan sejumlah ormas, lembaga dan yayasan Kristen dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-74.

Ketua Umum DPP Gerkindo Yerry Tawalujan mengatakan, pertemuan ini untuk memaknai arti kemerdekaan RI ke-74 yang jatuh pada 17 Agustus 2019 mendatang.

"Kita sudah 74 tahun merdeka tetapi kemerdekaan full, kemerdekaan penuh sebenarnya belum begitu dirasakan," kata Yerry saat jumpa pers di Restoran Handayani Prima, Matraman, Jakarta Timur, Kamis (15/8/2019).

"Contoh gini, negara merdeka apalagi sudah 74 tahun merdeka seharusnya tidak ada lagi masalah stunting, gizi buruk, masalah orang harus mengungsi secara terpaksa, contoh yang sekarang lagi cukup viral apa yang terjadi di Papua," sambung dia.

Baca Juga: Gerkindo dan Ormas Kristen Satukan Program untuk Kegiatan Sosial ke Masyarakat

Yerry berujar, negara yang merdeka secara penuh seharusnya tak ada lagi intimidasi bagi umat beragama untuk menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya. Hal ini menjadi salah itu isu yang ditekankan bersama.

Yerry menuturkan, Gerkindo dan sejumlah ormas/lembaga Kristen lainnya tergerak untuk memperjuangkan hak azasi umat yang diharapkannya dapat terwakili dengan pertemuan ini.

"Kami gak bisa mengklaim mewakili umat Kristen, tidak, sama sekali tidak. Tetapi kami turut memperjuangkan suara dari umat Kristen yang di tempat-tempat tertentu merasa masih jauh dari kemerdekaan, dengan terkungkungnya kebebasan kemerdekaan untuk menjalankan ibadah sesuai dengan agamanya masing-masing," jelas dia.

Selain Gerkindo, turut hadir sejumlah ormas dan lembaga Kristen lainnya antara lain: DPP API (Asosiasi Pendeta Indonesia), DPP MUKI (Majelis Umat Kristen Indonesia), dan PCPI (Perkumpulan Cendekiawan Protestan Indonesia).

Lalu hadir pula ICW (Indonesia Christian Watch), Lumbung Yusuf, DPP AKGI (Aliansi Kerjasama Gotong Royong Indonesia), Parkindo (Partisipasi Kristen Indonesia), dan PIM (Perempuan Indonesia Maju).

Di ujung jumpa pers, Gerkindo dan sejumlah ormas Kristen membacakan 8 poin pernyataan sikap untuk menyambut HUT RI ke-74. Berikut isinya:

Kami, Pimpinan Ormas-Ormas Kristen dengan ini menyatakan bahwa:

1. Kemerdekaan bagi Presiden untuk memakai hak prerogatifnya menentukan pembantu-pembantunya dalam kabinet.

Presiden harus bebas dan merdeka dari pengaruh Ormas, Relawan, bahkan Partai Politik dalam menentukan dan mengangkat pembantu-pembantunya yang akan duduk sebagai Menteri dalam Kabinet 2019-2024

2. Kemerdekaan bagi setiap umat beragama untuk menjalankan ibadah sesuai kepercayaan dan agamanya masing-masing.

- Tidak boleh lagi ada intimidasi apalagi pelarangan ketika umat beragama ingin menjalankan ibadah sesuai kepercayaannya.

- Kami mendukung aparat keamanan untuk secara tegas menindak oknum-oknum yang bertindak seolah berada diatas hukum dan melakukan pelarangan umat untuk beribadah.

3. Kemerdekaan bagi penganut aliran kepercayaan untuk mengekpresikan dan menjalankan ibadah sesuai kepercayaannya.

- Aliran kepercayaan sesungguhnya adalah agama asli nusantara yang telah ada di bumi Indonesia ratusan tahun sebelum masuknya agama-agama yang sekarang diakui resmi di Indonesia.

4. Kemerdekaan setiap penduduk Indonesia untuk mendapatkan penghidupan yang layak, secara khusus bebas dari masalah gizi buruk dan stunting

5. Kemerdekaan bagi anak-anak muda usia produktif untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Oleh karena itu mereka layak diberdayakan, ditingkatkan keahlian SDM-nya dan diberikan bantuan ketersediaan lapangan pekerjaan.

6. Kemerdekaan mempertahankan budaya asli nusantara dari serbuan budaya luar yang bukan Indonesia.

-Kembali ke jati diri Indonesia dengan budaya aslinya. Indonesia bukan barat bukan juga Arab.

- Indonesia harus merdeka dari serbuan budaya asing.

7. Kemerdekaan untuk mempertahankan NKRI berdasarkan Pancasila, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika.

- Kemerdekaan mempertahankan NKRI berdasarkan Pancasila menuntut ketegasan Pemerintah bukan hanya untuk membubarkan ormas-ormas intoleran anti Pancasila tapi juga membersihkan aparat sipil negara di semua kementerian, BUMN, Universitas dan lembaga-lembaga pendidikan dari orang-orang yang terpapar paham khilafah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini