nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Kilang Minyak Pertamina di Balikpapan

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Kamis 15 Agustus 2019 18:19 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 15 337 2092375 polisi-selidiki-penyebab-kebakaran-kilang-minyak-pertamina-di-balikpapan-6prgJdRIlm.jpg Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo (foto: Heru Haryono/Okezone)

JAKARTA - Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo menyebutkan kalau pihaknya masih mendalami penyebab dari kebakaran di titik area kilang RU V, Balikpapan, Kalimantan Timur milik PT Pertamina.

Untuk menyelediki kasus itu, Dedi menjelaskan, pihaknya menurunkan tim dari Polda Kalimantan Timur, Polres setempat, Tim Laboratorium Forensik (Labfor) dan juga Indonesia Automatic Finger Print Identification System (Inafis).

Baca Juga: Pipa Pertamina Terbakar, Warga Sempat Diminta Keluar Rumah 

"Saat ini masih didalami dulu. Belum diketahui apa yang menjadi faktor penyebab utama terjadinya kebakaran tersebut," ujar Dedi di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (15/8/2019).

Pipa Pertamina Kebakaran (foto: Amir/Okezone)	 

Lebih lanjut, Dedi mengungkapkan, pihaknya tidak akan terburu-buru untuk mengambil kesimpulan dari penyebab kebakaran tersebut. Tim penyidik akan menunggu pembuktian secara ilmiah.

"Kita tidak boleh terburu-buru. Betul-betul berdasarkan pembuktian secara ilmiah," ungkapnya.

Sama halnya dengan faktor penyebab, pihak kepolisian juga belum mengetahui kerugian dari kejadian itu. Untuk mengetahuinya, tim penyidik harus menunggu hasil dari pemeriksaan.

"Belum, belum. Itu sangat tergantung pada hasil pemeriksaan laboratorium hari ini," ucap Dedi.

Sekadar diketahui, percikan api di area tempat kejadian sudah mulai terlihat sejak 9.30 WITA. Untuk memadamkan api, PT Pertamina menggunakan media foam dan air dengan mengerahkan 4 unit mobil Pemadam Kebakaran dan 1 unit trailer foam.

Baca Juga: Kilang Minyak Terbakar, 8 Karyawan Terluka dan Ribuan Warga Dievakuasi

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini