nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Minta Bantuan Kejagung untuk Hadirkan Saksi Terkait Suap Aspidum Kejati DKI

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Kamis 15 Agustus 2019 13:20 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 15 337 2092210 kpk-minta-bantuan-kejagung-untuk-hadirkan-saksi-terkait-suap-aspidum-kejati-dki-rJBxmUekn8.jpg Ilustrasi Gedung KPK (Foto: Instagram)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan koordinasi dengan mengirimkan surat kepada Jaksa Agung untuk meminta bantuan menghadirkan enam saksi dalam rangka penanganan kasus dugaan suap terkait perkara di Pengadilan Negeri Jakarta Barat yang menjerat Asisten Bidang Tindak Pidana Umum (Aspidum) Kejati DKI Jakarta Agus Winoto.

"Dalam penanganan perkara dugaan suap terkait perkara di Kejaksaan Tinggi DKI, KPK telah mengirimkan surat ke Jaksa Agung untuk meminta bantuan menghadirkan saksi," kata Jubir KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Kamis (15/8/2019).

Adapun, lanjut Febri, ke-enam saksi yang diminta untuk dihadirkan yakni Kusnin, M. Rustam Efendi, Benny Crisnawan, Dyah Purnamaningsih, Musriyono, Adi Wicaksana.

"Para saksi merupakan Jaksa yang bertugas di Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah," tutur Febri.

Febri mengatakan pihaknya pada Rabu 14 Agustus kemarin juga mengagendakan pemeriksaan untuk 4 saksi dengan tersangka SPE.

Febri

Baca Juga: KPK Bantah Kasus Suap Aspidum Kejati DKI Dilimpah ke Kejaksaan

Mereka adalah M. Zahroel Ramadhana, Jaksa Fungsional di Badiklat Kejaksaan Agung; Yadi Herdiantor, Jaksa Fungsional pada Kejati DKI Jakarta; Arih Wira Suranta, Jaksa; Yuniar Sinar Pamungkas, Kasi Kamnegtibum dan TPU di Kejati DKI Jakarta.

"Para saksi tidak hadir dan kami belum menerima informasi alasan ketidakhadiran," ujar Febri.

Selain itu, penyidik lembaga antirasuah akan mempertimbangkan memanggil kembali sesuai kebutuhan penanganan perkara.

"Sebagai bentuk koordinasi antar institusi, KPK juga menyurati Jaksa Agung untuk bantuan menghadirkan saksi tersebut,"tandasnya.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan perkara penipuan investasi yang sedang diproses di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Ketiganya yakni,Aspidum Kejati DKI, Agus Winoto, pengusaha Sendy Perico, dan seorang pengacara, Alvin Suherman.

Agus Winoto diduga menerima suap sebesar Rp200 juta dari Sendy Perico yang dibantu atau diperantarai lewat Alvin Suherman. Diduga, pemberian suap tersebut untuk meminta pemberatan hukuman terhadap pihak lawan Sendy Perico dalam sidang perkara penipuan investasi.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini