nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dalami Kasus Suap Proyek Jalan, KPK Panggil Politikus PKB Helmy Faishal Zaini

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Kamis 15 Agustus 2019 10:36 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 15 337 2092142 dalami-kasus-suap-proyek-jalan-kpk-panggil-politikus-pkb-helmy-faishal-zaini-nwOTEId5E5.jpg Helmy Faishal Zaini (Foto: Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hari ini memanggil anggota DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Helmy Faishal Zaini. Dia dipanggil terkait penyidikan dugaan kasus korupsi penerima hadiah terkait proyek di Kementerian PUPR Tahun Anggaran (TA) 2016.

Sekjen PBNU itu dijadwalkan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Direktur atau Komisaris PT Sharleen Raya (JECO Group), Hong Artha John Alfred (HA).

"Yang bersangkutan dijadwalkan diperiksa untuk tersangka Hong Artha John Alfred (HA)," ujar Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, Kamis (15/8/2019).

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan Komisaris sekaligus Dirut PT Sharleen Raya JECO Group, Hong Artha John Alfred sebagai tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jalan milik Kementeriaan PUPR.

Hong Artha ditetapkan sebagai tersangka pada 2 Juli 2019, silam. Namun, sejak ditetapkan sebagai tersangka setahun silam, KPK belum melakukan penahanan terhadap Hong Artha.

Ia diduga secara bersama-sama memberikan atau menjanjikan sesuatu kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara. Janji atau uang yang diberikan tersebut diduga untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu yang bertentangan dengan jabatannya.

Salah satu penyelenggara yang diduga menerima suap dari Hong Artha yakni, Kepala Badan Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) IX Maluku dan Maluku Utara, Amran HI Mustary. Amran diduga menerima uang sebesar Rp8 miliar dan Rp2,6 miliar dari Hong Artha.

Atas perbuatannya, dia disangka melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Hong Artha merupakan tersangka ke-12 setelah sebelumnya KPK menetapkan 11 orang lainnya. 11 orang yang dijerat KPK tersebut sudah divonis bersalah dan dijebloskan ke penjara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini