nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

2 Hal yang Dinilai Harus Diperbaiki Jelang 14 Tahun Perdamaian Aceh

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Rabu 14 Agustus 2019 20:07 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 14 337 2091988 2-hal-yang-dinilai-harus-diperbaiki-jelang-14-tahun-perdamaian-aceh-chOdqJ7rv5.jpg Sofyan Djalil (Foto: Sarah/Okezone)

JAKARTA - Tepat 15 Agustus besok, nota kesepakatan MoU Helsinki perdamaian antara Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) genao berusia 14 tahun. Menyikapi momen tersebut, beberapa anggota yang terlibat pada saat itu melakukan refleksi.

Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), Sofyan Djalil akan menjadi salah satu anggota dari pemerintah yang terlibat pada saat penandatanganan MoU tersebut. Menurutnya, sangat wajar jika terdapat kekurangan dalam pelaksaaan-pelaksanaan perjanjian itu.

"Itu hal yang biasa sekali, karena perdamaian tidak selesai dalam satu malam, ada proses, banyak generasi yang traumatik," ujar Sofyan Djalil di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (14/8/2019).

"Jadi saya pikir refleksi seperti ini bagus, dengan begitu kita akan melihat semua masalah dari segala sisi," lanjut Sofyan.

GAM

Baca Juga: Mengenang Detik-Detik Perdamaian Aceh di Helsinki 11 Tahun Silam

Hal yang sama juga diutarakan oleh salah satu mediator perdamaian Aceh, Juha Christensen. Ia menyebutkan kalau sebuah perdamaian bukanlah sesuatu hal yang tidak terdapat kekurangan.

Dua hal yang dirasa Juha perlu diperbaiki kembali oleh pemerinta daerah (Pemda) Aceh adalah melakukan reintegrasi, dan yang kedua memperbaiki ekonomi kota yang dijuluki Serambi Mekkah tersebut.

"Itu pemerintah pusat bersama pemerintah daerah harus fokus pada kekurangan itu. Contoh, reintegrasi. Saya mengaku proses reintegrasi pada waktu Aceh Monitoring Mission (AMM) dan setelah AMM tidak sempurna. Masih harus kefokus sektor itu. Kedua, ekonomi Aceh," papar Juha.

"Artinya, masing-masing ada tanggung jawab untuk kondisikan situasi di mana bisa bangun itu perdamaian. Perdamaian bukan hanya tidak ada konflik bersenjata, perdamaian adalah bahwa ada keikhlasan sosial, kesehatan, kemudian ekonomi bisa tumbuh," tutupnya.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini