nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

HUT Ke-58 Pramuka, Jokowi: Terima Kasih karena Terus Menjadi Patriot

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Rabu 14 Agustus 2019 19:45 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 14 337 2091974 hut-ke-58-pramuka-jokowi-terima-kasih-karena-terus-menjadi-patriot-OKNxSDe5eK.jpg Presiden Joko Widodo (Foto: Ist)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri upacara perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 Pramuka di Lapangan Utama Bumi Perkemahan Wiladatika Cibubur, Jakarta Timur, Rabu (14/8/2019).

Jokowi mengucapkan selamat ulang tahun kepada seluruh keluarga besar mulai dari penegak hingga pembina ormas tunas kepala itu. "Terima kasih karena terus menjadi patriot yang setia kepada nusa dan bangsa," kata Jokowi.

Baca Juga: Selamat Hari Pramuka, Ternyata Begini Sejarahnya

Jokowi turut mengomentari tema perahaan HUT ke-58 Pramuka yang bertajuk 'Bersama Segenap Komponen Bangsa Gerakan Pramuka Siap Sedia Membangun Keutuhan NKRI'. Menurut dia, tema itu merupakan jawaban dan sikap Pramuka dalam menjawab dinamika berbagsa dan bernegara saat ini.

"Maraknya berbagai permasalahan yang kita hadapi dari penyalahgunaan narkoba, masih adanya tawuran, masih adanya sikap intoleransi dan media sosial yang penuh hoaks dan pornografi dan ujaran kebencian. Pramuka tekankan pendidikan dan pembentukan dan berperan penting tanggulangi masalah itu," ujar Jokowi.

"Termasuk membentuk generasi muda yang rela menolong, tabah, cinta tanah air, berani dan siap pertahankan keutuhan NKRI berdasarkan pancasila dan UUD 45," tambah Kepala Negara.

Ilustrasi Pramuka

Jokowi menyampaikan sudah menjadi kodrat bangsa Indonesia yang menjadi bangsa yang beragam dan mejemuk. Indonesia merupakan negara yang terdiri dari 17 ribu pulau, 714 suku, dengan 1.100 bahasa daerah.

"Ini harus kita syukuri. Dan alhamdulillah gerakan Pramuka telah berikan contoh bagaimana keberagamaan justru memperindah dan menyatukan seluruh anggota Pramuka," tuturnya.

Baca Juga: Soekarno Kerap Membawa Tamu Asing ke Jalan Pramuka, Kenapa?

Jokowi menerangkan, perbedaan ras, suku, dan golongan bisa bersatu di Pramuka. Ia menilai, segala perbedaan itu bisa bermusyawarah dan dalam semangat perdamaian sesuai Bhinneka Tunggal Ika, walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu jua.

"Pramuka contohkan semangat cinta alam dan kasih sayang sesama manusia. Contohkan upaya memanfaatkan kekayaan alam misalnya penggunaan bambu dan kayu serta tali temali untuk buat berbagai perangkat. Sampai memanfaatkan tumbuhan dan hasil alam sebagai konsumsi pramuka ketika berkemah. Dan untuk beri bantuan saudara yang terkena musibah dan bencana alam," tuturnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini