nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bareskrim Polri Jawab Tantangan Terbesar di Dunia Siber

Muhamad Rizky, Jurnalis · Rabu 14 Agustus 2019 19:25 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 14 337 2091966 bareskrim-polri-jawab-tantangan-terbesar-di-dunia-siber-GiITAHzfoV.jpg Polisi Luncurkan Situs Terbaru (Foto: Rizky/Okezone)

JAKARTA - Bareskrim Polri meresmikan situs patrolisiber.id guna menerima aduan masyarakat perihal kejahatan di dunia siber. Situs tersebut diharapkan nantinya bisa mencegah kejahatan siber seperti hoax yang marak beredar.

Kabareskrim Polri, Komjen Pol Idham Aziz mengapresiasi peluncuran situs tersebut. Di era seperti sekarang menurut Idham tantangan terbesar adalah dunia siber.

"Tantangan dan tugas kita kedepan itu lebih besar adanya di dunia siber ini," kata Idham saat peresmian situs tersebut di Bareskrim Polri, Rabu (14/8/2019).

Lebih jauh mantan Kapolda Metro Jaya itu menambahkan, saat ini kejahatan seperti terorisme, penipuan, dan narkoba sudah terjadi di dunia siber. Untuk itu peluncuran situs tersebut penting untuk masyarakat.

"Bahkan mungkin blackout tanggal 4 Agustus kemarin saya bilang sama beliau (Dirtipid Siber Brigjen Pol Albertus Rachmad Wibowo) dan jajaran tolong dilidik apakah ini hanya blackout biasa di Jakarta atau ada hubungannya dengan kejahatan siber," ungkapnya.

"Ingat saya bilang Karakas terjadi, New York terjadi, London terjadi sangat mungkin kita di Indonesia terjadi," tambahnya.

polisi
(Foto: Kabareskrim Polri, Komjen Pol Idham Aziz/Okezone)

Baca Juga: Mabes Polri Selidiki Pengendara Acungkan Senjata Api ke Warga

Idham juga mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh jajarannya tersebut mendapat dukungan penuh dari Kapolri Jendral Tito Karnavian dalam mengantisipasi segala bentuk kejahatan di dunia siber.

"Pak kapolri bilang, saya dukung penuh semua yang kamu lakukan. Pertanyaan saya yang lagi menerawang adalah begitu banyak terobosan konkret yang dilakukan jajaran siber untuk menghadapi tantangan kedepan ini," terangnya.

Idham juga menyinggung perihal hoax tujuh kontainer dan situs KPU yang diretas pada saat Pemilu 2019. Namun setelah diselidiki hal tersebut hanyalah kabar bohong agau hoaks.

"Kebijakan saya waktu itu cuma satu tindak tegas tidak ada kompromi kepada orang-orang yang melakukan hoax itu hanya itu modal agar itu tidak terjadi itu saya punya komitmen yang sampai sekarang," tukasnya.

Sementara itu Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim, Brigjen Rachmat Wibowo mengatakan, situs tersebut untuk bertukar informasi dari masyarakat. Mereka bisa melapporkan segala bentuk kejahatan siber.

"Bukan hanya sekedar penipuan, pencemaran nama baik, hoax tapi juga termasuk penyebaran paham radikal, kemudian ada pornografi anak, dan banyak segala macem kejahatan siber yang bisa kita analisis tentu kita jadikan prioritas mana yang akan kita ungkap," tuturnya.

Namun demikian kata dia, situs tersebut digunakan hanya sebatas bahan analisis laporan berbeda dengan laporan masyarakat secara langsung ke polisi. Laporan ke situs ini tidak resmi seperi melakukan laporan manual ke kantor polisi.

"Laporan yang akan di tindaklanjuti secara resmi adalah laporan yang disampaikan masyarakat melalui kantor polisi terdekat namun bilamana masyarakat mencantumkan identitas lengkapnya nomor induk kependudukan alamat email yang bisa dihubungi ketika kita bisa menemukan pelaku yang merugikan masyarakt tersebut kita bisa dengan mudah menghubungi masyarakat namun prioritas yang ditngani adalah laporan di polsek terdekat," tukasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini