nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Mantan Wali Kota Bandung Dada Rosada

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Rabu 14 Agustus 2019 18:27 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 14 337 2091928 kpk-jadwal-ulang-pemeriksaan-mantan-wali-kota-bandung-dada-rosada-BMXNKeo2cq.JPG Mantan Wali Kota Bandung, Dada Rosada (Foto: Okezone)

JAKARTA - Mantan Wali Kota Bandung, Dada Rosada tidak memenuhi panggilan pemeriksaan tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hari ini. KPK mendapat informasi bahwa Dada Rosada sedang sakit.

‎KPK berencana menjadwalkan ulang pemeriksaan ter‎hadap Dada Rosada. Belum diketahui dengan pasti kapan Dada Rosada akan dipanggil ulang untuk diperiksa.

"Pemeriksaan akan dijadwalkan ulang karena yang bersangkutan sakit," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (14/8/2019).

Sedianya, Dada Rosada dipanggil pada hari ini dalam kapasitasnya sebagai saksi. Mantan orang nomor satu di Kota Bandung itu akan diperiksa terkait kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk ruang terbuka hijau (RTH) di Pemerintah Kota Bandung.

Belakangan, KPK menduga banyak pihak yang turut menerima uang korupsi pengadaan tanah dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di lingkungan Pemkot Bandung, tahun anggaran 2012-2013. Aliran uang korupsi tersebut diduga mengalir ke para tersangka serta sejumlah pihak lain di Bandung.

Sejauh ini, KPK sudah menerima pengembalian uang dalam bentuk rupiah senilai puluhan juta dari sejumlah pihak. Tak hanya itu, KPK juga menerima adanya pihak yang mengembalikan 5 bidang tanah dalam perkara ini.

Berdasarkan proses penghitungan saat ini, negara mengalami kerugian sebesar Rp60 miliar dari alokasi anggaran Rp123,9 miliar. Kerugian negara diindikasikan terjadi karena harga yang di mark-up sehingga uang yang sebenarnya diterima oleh pemilik tanah jauh lebih kecil.

KPK sendiri baru menetapkan tiga tersangka terkait kasus dugaan suap pengadaan tanah dan RTH di lingkungan Pemkot Bandung tahun anggaran 2012-2013. Ketiga tersangka tersebut yakni, Hery Nurhayat serta dua anggota DPRD Bandung, Tomtom Dabbul Qomar dan Kadar Slamet.

Tomtom dan Kadar diduga meminta alokasi penambahan dana untuk untuk dua proyek RTH di Mandalajati dan Cibiru. Adapun, yang mengesahkan anggaran tersebut yakni, Hery, Kadar, dan Tomtom. Dua anggota DPRD Bandung tersebut diduga juga berperan sebagai makelar dalam pembahasan lahan.

1
2

Berita Terkait

Korupsi RTH Bandung

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini