nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Markus Nari Juga Didakwa Merintangi Penyidikan Kasus E-KTP

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Rabu 14 Agustus 2019 15:44 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 14 337 2091836 markus-nari-juga-didakwa-merintangi-penyidikan-kasus-e-ktp-JS6E8UBWZw.jpg Markus Nari (Foto: Sindo)

JAKARTA - Jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga mendakwa ‎mantan anggota Komisi II DPR RI Fraksi Golkar, Markus Nari telah merintangi atau menghalangi-halangi proses persidangan perkara korupsi proyek e-KTP.

Jaksa menyebut Markus Nari mempengaruhi serta mengintervensi rekannya di Komisi II DPR, Miryam S Haryani saat bersaksi di sidang perkara korupsi e-KTP untuk terdakwa Direktur Dukcapil Kemendagri, Sugiharto.

"Terdakwa sengaja mencegah atau merintangi secara langsung atau tidak langsung pemeriksaan di sidang pengadilan terhadap Saksi Miryam S. Haryani dan terdakwa Sugiharto," kata Jaksa KPK saat membacakan surat dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (14/8/2019).

Baca Juga: Politikus Golkar Markus Nari Didakwa Diperkaya USD1,4 Juta dari Proyek E-KTP 

Jaksa membeberkan, awalnya Markus berkomunikasi dengan rekannya yakni Advokat Anton Taufik saat dirinya dipanggil untuk menjadi saksi di kasus korupsi e-KTP. Markus juga meminta bantuan Anton untuk ‎memantau sidang pembacaan dakwaan Irman dan Sugiharto.

Ilustrasi 

Atas permintaannya tersebut, Markus memberikan uang kepada Anton sebesar 10 ribu dolar Singapura. Anton‎ kemudian menyampaikan ke Markus Nari bahwa namanya muncul dalam dakwaan Irman dan Sugiharto.

Selanjutnya, Markus Nari meminta Anton untuk melacak Berita Acara Pemeriksaan (BAP) atasnama Miryam Haryani. Miryam Haryani diduga sebagai penyalur uang korupsi e-KTP ke anggota DPR termasuk Markus Nari.

‎Anton menyanggupi permintaan Markus tersebut. Anton kemudian meminta BAP Miryam Haryani ke Suswanti selaku Panitera Pengganti pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Suswanti mengamini permintaan Anton.

"Meminta fotokopi BAP atas nama Markus Nari dan BAP atas nama Miryam S. Haryani dengan mengatakan, 'Tolong fotokopikan BAP-nya Miryam dan Markus Nari'," ujarnya.

Baca Juga: Miryam Haryani Jadi "Pintu Masuk" KPK Jerat Anggota DPR Lainnya di Kasus e-KTP

Pada 14 Maret 2017, Suswanti memberikan fotokopi BAP atas nama Markus Nari dan BAP atas nama Miryam beserta fotokopi surat dakwaan atas nama Irman dan Sugiharto kepada Anton. Suswanti menerima upah Rp2 juta dari Anton.

Setelah menerima BAP tersebut, Markus menyuruh Anton untuk membujuk Miryam Haryani agar tidak menyebut namanya di persidangan. Miryam akhirnya mencabut keterangannya dalam BAP saat bersaksi di persidangan.

"Terdakwa meminta Anton Taufik mengantarkan BAP atas nama Miryam S. Haryani yang sudah distabilo dan ditulis 'dicabut' tersebut kepada Elza Syarief yang merupakan pengacara Miryam," kata jaksa.

Atas perbuatannya, Markus didakwa melanggar Pasal 21 atau Pasal 22 Juncto Pasal 35 Ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini