nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

JK Usulkan Serang Balik KKSB, Tim Kemanusiaan Nduga: Itu Sangat Keliru!

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Rabu 14 Agustus 2019 15:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 14 337 2091827 jk-usulkan-serang-balik-kksb-tim-kemanusiaan-nduga-itu-sangat-keliru-RTu9WBjryz.jpg Anggota Tim Kemanusian Kabupaten Nduga, Theo Hasegem (foto: Sarah/Okezone)

JAKARTA - Salah satu Anggota Tim Kemanusiaan Kabupaten Nduga dari Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua, Theo Hasegem memberikan komentar terkait pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla soal serangan balik yang bisa dilakukan oleh pasukan TNI di kawasan terjadinya konflik itu.

Bagi Theo, rencana serangan balik tersebut merupakan suatu pernyataan yang keliru dari Jusuf Kalla. Pasalnya, masalah konflik kekerasan yang terjadi di Nduga tidak bisa diselesaikan dengan serangan balik, melainkan duduk dan berdiskusi bersama-sama.

"Saya pikir masalah ini harus diselesaikan secara serius. Kalau ada korban, saya pikir semua pihak harus duduk dan diskusi kenapa masalah itu terjadi," ujar Theo di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (14/8/2019).

 Baca juga: Polisi-TNI Diberondong Peluru saat Olah TKP Penembakan Briptu Hedar

Oleh sebab itu, Theo menyebutkan kalau serangan balik itu dilakukan oleh pasukan TNI kepada Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (KKSB) ataupun Organisasi Papua Merdeka (OPM) akan memperlebar masalah, dan membuat semakin rumit.

 Illustrasi mayat

"Pak Jusuf Kalla sebagai Wakil Presiden yang bisa lakukan dialog, itu perlu duduk bersama dan lakukan dialog. Sehingga tidak terjadi korban yang luar biasa. Artinya kalau kita duduk bersama itu kita bisa dialog untuk penyelesaian masalah," lanjutnya.

"Bukan justru malah memerintahkan serangan balik. Kalau serangan balik itu justru banyak korban. Karena ini perintah seorang nomor dua di Indonesia, dan itu bisa terjadi," ungkap Theo.

 Baca juga: Korban Tewas Konflik Kekerasan di Nduga Papua Capai 182 Orang

Sekadar diketahui, JK menyebut serangan KKB ke TNI sebagai gerakan separatis jika tuntutannya ialah referendum. Karena itu, penyelesaiannya harus dengan jalan damai. Jika tidak ada keinginan damai, TNI bisa balik membalas serangan.

"Ya itu separatis namanya kalau begitu, tentu kita akan berpegang pada TNI, ya. Semua itu pemerintah pusat tidak bisa menerima seperti itu (referendum). Tentu yang terbaik ialah suatu penyelesaian yang damai. Tapi kalau tidak mau damai, hanya menyerang tentara, tentara harus membalas," ucap JK beberapa waktu lalu. (wal)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini