nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bowo Sidik Pangarso Didakwa Terima Gratifikasi Rp8 Miliar

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Rabu 14 Agustus 2019 13:38 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 14 337 2091752 bowo-sidik-pangarso-didakwa-terima-gratifikasi-rp8-miliar-7QqHNXkqWl.jpg Bowo Sidik Pangarso saat menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, pada Rabu (14/8/2019). (Foto : Arie Dwi Satrio/Okezone)

JAKARTA – Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Golkar nonaktif, Bowo Sidik Pangarso didakwa menerima gratifikasi dengan total Rp8 miliar. Uang tersebut diterima Bowo Sidik Pangarso dalam pecahan dolar Singapura yang telah ditukar menjadi mata uang Indonesia serta pecahan rupiah.

Jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membeberkan, Bowo Sidik Pangarso menerima total 700 ribu dolar Singapura yang kemudian ditukarkan menjadi rupiah serta Rp600 juta.‎ Total, Bowo menerima sekira Rp8 miliar.

"Penerimaan-penerimaan tersebut berhubungan dengan jabatan terdakwa selaku wakil ketua sekaligus anggota Komisi VI DPR dan anggota Banggar (Badan Anggaran-red) DPR yang berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya," kata Jaksa KPK, Kiki Ahmad Yani saat membacakan surat dakwaan Bowo di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (14/8/2019).

KPK menemukan uang Rp8 miliar di kantor PT Inersia Ampak Engineers (IAE) yang merupakan perusahaan milik Bowo Sidik Pangarso. ‎Uang tersebut ditemukan pada saat KPK menggeledah kantor milik Bowo tersebut.

Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan memaparkan hasil sitaan terkait OTT Bowo Sidik Pangarso (Foto : Arie Dwi Satrio/Okezone)

KPK menemukan uang Rp8 miliar pecahan Rp20 ribu yang sudah dimasukkan ke 400 ribu amplop warna putih. Sebanyak 400 ribu amplop berisi uang tersebut ditemukan tertumpuk rapi dalam 81 boks dan 2 kontainer.

"Bahwa uang sejumlah Rp8 miliar dengan pecahan Rp20 ribu tersebut berasal dari penukaran dalam mata uang dolar Singapura," ucap Jaksa.

Jaksa lantas merincikan sumber uang yang diterima Bowo Sidik Pangarso. Sumber uang gratifikasi sebesar 250 ribu dolar Singapura diterima Bowo sekira awal 2016 terkait pengusulan Kabupaten Kepulauan Meranti untuk mendapatkan DAK fisik APBN 2016.

Kemudian, Bowo Pangarso kembali menerima uang tunai sejumlah 50 ribu dolar Singapura saat mengikuti acara Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar di Denpasar Bali untuk pemilihan Ketum Partai Golkar periode 2016-2019.

Selanjutnya, Bowo menerima uang tunai sejumlah 200 ribu dolar Singapura dalam kedudukannya selaku wakil ketua Komisi VI DPR RI yang sedang membahas Permendag tentang Gula Rafinasi (Perdagangan Gula Kristal Rafinasi melalui Pasar Lelang Komoditas).

Terakhir, Bowo menerima uang sejumlah 200 ribu dolar Singapura di Restoran Angus House Plaza Senayan, Lantai 4, Jalan Asia Afrika, Senayan Jakarta, dalam kedudukannya selaku wakil ketua Komisi VI DPR RI yang bermitra dengan PT PLN (Persero).

Bowo disebut menyimpan uang dengan nilai total 700 ribu dolar Singapura itu di dalam lemari pakaian kamar pribadinya yang beralamat Jalan Bakti, Kavling 2, Cilandak Timur, Jakarta Selatan.

Bowo Sidik Pangarso/Foto: Arie Dwi Satrio

Jaksa menambahkan, Bowo juga pernah menerima uang gratifikasi sejumlah Rp600 juta dalam kedudukan selaku wakil ketua Komisi VI DPR yang sedang membahas program pengembangan pasar dari Kementerian Perdagangan untuk Tahun Anggaran 2017. ‎

Penerimaan sejumlah gratifikasi tersebut tidak pernah dilaporkan oleh Bowo ke KPK dalam tenggang waktu 30 hari kerja sejak diterima.


Baca Juga : Bowo Sidik Pangarso Didakwa Terima Suap USD163 Ribu & R‎p311 Juta

Terkait penerimaan gratifikasi tersebut, Bowo Pangarso didakwa melanggar Pasal 12 B ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah ddiubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) juncto Pasal 65 KUHP.


Baca Juga : Bowo Sidik Pangarso Juga Didakwa Terima Suap Rp300 Juta dari Bos PT AIS

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini