nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Periksa Mantan Wali Kota Bandung Dada Rosada Terkait Korupsi RTH

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Rabu 14 Agustus 2019 11:54 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 14 337 2091711 kpk-periksa-mantan-wali-kota-bandung-dada-rosada-terkait-korupsi-rth-kfT6LGGxoL.jpg Dada Rosada.

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap mantan Wali Kota Bandung, Dada Rosada, pada hari ini. Dada akan diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk ruang terbuka hijau (RTH) di Pemerintah Kota Bandung.

Sedianya, Dada Rosada akan dimintai keterangannya untuk proses penyidikan tersangka mantan Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (PKAD) Kota Bandung, Hery Nurhayat.

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka HN," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (14/8/2019).

Selain mantan orang nomor satu di Kota Bandung itu, penyidik juga akan memeriksa Hery Nurhayat yang merupakan tersangka dalam kasus ini. Namun, pada pemeriksaan kali ini, Hery akan digali keterangannya sebagai saksi untuk tersangka lainnya.

"HN akan diperiksa untuk tersangka TDQ (Tomtom Dabbul Qodar)," ujar Febri.

KPK menduga banyak pihak yang turut menerima uang korupsi pengadaan tanah dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di lingkungan Pemkot Bandung, tahun anggaran 2012-2013. Aliran uang korupsi tersebut diduga mengalir ke para tersangka serta sejumlah pihak lain di Bandung.

Febri Diansyah

Sejauh ini, KPK sudah menerima pengembalian uang dalam bentuk rupiah senilai puluhan juta dari sejumlah pihak. Tak hanya itu, KPK juga menerima adanya pihak yang mengembalikan 5 bidang tanah dalam perkara ini.

Berdasarkan proses penghitungan saat ini, negara mengalami kerugian sebesar Rp60 miliar dari alokasi anggaran Rp123,9 miliar. Kerugian negara diindikasikan terjadi karena harga yang dimark-up sehingga uang yang sebenarnya diterima oleh pemilik tanah jauh lebih kecil.

KPK sendiri baru menetapkan tiga tersangka terkait kasus dugaan suap pengadaan tanah dan RTH di lingkungan Pemkot Bandung tahun anggaran 2012-2013. Ketiga tersangka tersebut yakni, Hery Nurhayat serta dua anggota DPRD Bandung, Tomtom Dabbul Qomar dan Kadar Slamet.

Tomtom dan Kadar diduga meminta alokasi penambahan dana untuk untuk dua proyek RTH di Mandalajati dan Cibiru. Adapun, yang mengesahkan anggaran tersebut yakni, Hery, Kadar, dan Tomtom. Dua anggota DPRD Bandung tersebut diduga juga berperan sebagai makelar dalam pembahasan lahan.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini