RUU Pertanahan Ditargetkan Rampung September 2019

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Selasa 13 Agustus 2019 05:03 WIB
https: img.okezone.com content 2019 08 13 337 2091127 ruu-pertanahan-ditargetkan-rampung-september-2019-w7d1Kdj9Dj.jpg Sofyan Djalil (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil menargetkan Revisi UU Pertanahan akan rampung September 2019. Saat ini, pemerintah dan DPR tengah membahas revisi UU tersebut.

"Masih ada beda pandangan antara kementerian teknis, terutama kehutanan, maka Pak Wapres akan berkoordinasi sehingga UU bisa diselesaikan pada masa ini," kata Sofyan di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (13/8/2019).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memberikan target agar RUU Pertanahan bisa rampung bulan depan. Dalam revisi itu akan mengatur single land administration system sehingga administrasi pertahan bisa dilakukan hanya dengan menggunakan satu sistem.

"Kita memperkenalkan single land administration system, ini yang perlu didefiinisikan supaya sistem administrasi pertanahan Indonesia cuma satu. Satu sistem dilaksanakan boleh beda-beda. Sistem itu mungkin nanti standarnya seperti one-man policy yang laksanakan boleh saja kementerian kehutanan, kementerian kelautan, kemudian tambang dan lain-lain. Tapi sistemnya harus sama," terangnya.

Menurut dia, sistem yang sama ini akan mempermudah masyarakat dan investor dalam mengurus izin pertanahan karena bisa melihat satu sama lain. Ia memastikan pengurusan pengelolaan lahan hutan tidak akan masuk RUU Pertanahan karena merupakan wilayah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

"Cuma catatannya dalam sistem yang sama. Tanpa mengambil alih kewenangan masing-masing kementerian," ujarnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini