nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Setnov Tampil dengan Brewok saat Bersaksi di Sidang Sofyan Basir

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Senin 12 Agustus 2019 16:34 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 12 337 2090945 setnov-tampil-dengan-brewok-saat-bersaksi-di-sidang-sofyan-basir-qlW0pjFJHw.jpg Setnov tampil dengan brewoknya saat menjadi saksi Spfyan Basir (Foto: Arie/Okezone)

JAKARTA - Terpidana kasus korupsi proyek e-KTP, Setya Novanto (Setnov) tampil berbeda saat menghadiri sidang lanjutan perkara dugaan suap proyek PLTU Riau-1 untuk terdakwa Sofyan Basir, pada hari ini, Senin (12/8/2019). Mantan Ketua DPR RI tersebut tampil dengan brewok di wajahnya.

Setnov yang terlihat menggunakan kemeja lengan pendek berwarna biru tua saat hadir di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, hanya tersenyum saat ditanya soal tampilan barunya. Dia enggan menjelaskan terkait brewok di wajahnya tersebut.

Setnov brewokan

Sedianya, Setnov datang ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat untuk bersaksi terkait perkara dugaan suap kesepakatan kontrak kerjasama PLTU Riau-1 untuk terdakwa Sofyan Basir.

Sekadar informasi, ‎nama Setya Novanto kembali muncul‎ dalam dakwaan Sofyan Basir. Setnov diduga ikut berperan mempertemukan pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johanes Budisutrisno Kotjo dengan Sofyan Basir.

Tak hanya itu, dalam dakwaan Sofyan Basir, Setnov disebut juga dijanjikan commitment fee sebesar 24 persen dari 2,5 persen nilai proyek PLTU Riau-1 atau senilai 6 juta dolar Amerika Serikat.

Sofyan Basir sendiri telah didakwa oleh Jaksa KPK sebagai pihak yang mengatur pertemuan untuk membahas pemufakatan jahat suap kontrak kerjasama proyek PLTU Riau-1.

Setnov brewokan

Adapun, pertemuan tersebut terjadi antara Wakil Ketua Komisi VII DPR, Eni Maulani Saragih, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar, Idrus Marham, dan pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johanes Budisutrisno Kotjo.

Menurut Jaksa, Sofyan Basir diduga mengetahui ‎bahwa Eni Saragih dan Idrus Marham menerima imbalan atau suap secara bertahap dari Johanes Kotjo sebesar Rp4,7 miliar. Uang tersebut disinyalir untuk mempercepat proses kesepakatan proyek Inependent Power Producer (IPP) PLTU mulut tambang Riau-1.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini