KPK Panggil Politikus Hanura Fauzih H Amro Terkait Suap Proyek Jalan

Arie Dwi Satrio, Okezone · Senin 12 Agustus 2019 10:38 WIB
https: img.okezone.com content 2019 08 12 337 2090740 kpk-panggil-politikus-hanura-fauzih-h-amro-terkait-suap-proyek-jalan-kOnQ2AgAwM.jpg Ilustrasi KPK (foto: Okezone)

JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap anggota komisi V DPR RI fraksi Hanura, Fauzih H Amro terkait kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jalan milik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tahun 2016.

Sedianya, Politikus Hanura tersebut akan dimintai keterangannya sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan ‎Komisaris sekaligus Dirut PT Sharleen Raya JECO Group, Hong Artha (HA).

Baca Juga: KPK Panggil Bos PT Sharleen Raya Sebagai Tersangka Suap Proyek Jalan 

"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka HA," kata Pelaksana Harian (Plh) Kabiro Humas KPK, Chrystelina GS saat dikonfirmasi, Senin (12/8/2019).

Ilustrasi (foto: Okezone) 

Sebelumnya, KPK telah menetapkan Komisaris sekaligus Dirut PT Sharleen Raya JECO Group, Hong Artha John Alfred sebagai tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jalan milik Kementeriaan PUPR.

Hong Artha ditetapkan sebagai tersangka pada 2 Juli 2019, silam. Namun, sejak ditetapkan sebagai tersangka setahun silam, KPK belum melakukan penahanan terhadap Hong Artha.

Hong Artha diduga secara bersama-sama memberikan atau menjanjikan sesuatu kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara. Janji atau uang yang diberikan tersebut diduga untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu yang bertentangan dengan jabatannya.

Salah satu penyelenggara yang diduga menerima suap dari Hong Artha yakni, Kepala Badan Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) IX Maluku dan Maluku Utara, Amran HI Mustary. Amran diduga menerima uang sebesar Rp8 miliar dan Rp2,6 miliar dari Hong Artha.

Baca Juga: KPK Tetapkan Komisaris PT Sharleen Raya Tersangka Suap Proyek Jalan KemenPUPR 

Atas perbuatannya, Hong Artha disangka melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Hong Artha merupakan tersangka ke-12 setelah sebelumnya KPK menetapkan 11 orang lainnya. 11 orang yang dijerat KPK tersebut sudah divonis bersalah dan dijebloskan ke penjara.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini