nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sejumlah Tokoh Hadiri Dialog Pancasila, Dengarkan Pesan Mbah Moen

Fahreza Rizky, Jurnalis · Senin 12 Agustus 2019 10:21 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 12 337 2090731 sejumlah-tokoh-hadiri-dialog-pancasila-dengarkan-pesan-mbah-moen-qzVcDxAsnz.jpg Sejumlah tokoh nasional menghadiri acara Forum Rekat Anak Bangsa dan Kemenhan. (Foto: Fahreza Rizky/Okezone)

JAKARTA – Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menghadiri acara Silaturahmi dan Dialog Tokoh Bangsa dengan tema 'Pancasila Perekat Kita, Satu Nusa Satu Bangsa'. Acara yang diinisiasi Forum Rekat Anak Bangsa dan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) ini digelar di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta.

Berdasarkan pantauan Okezone di lokasi, Senin (12/8/2019), selain Menhan Ryamizard, turut hadir wakil presiden keenam Try Sutrisno, pengasuh Ponpes Tebuireng Sholahudin Wahid (Gus Sholah), Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zaitun Rasmin, dan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Rachmawati Soekarnoputri.

Baca juga: Pemerintah Diharapkan Lakukan Pengkaderan Ideologi Pancasila 

Sebelum acara dimulai, terlebih dahulu mendengarkan pesan ulama karismatik KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen. Pesan mendiang Mbah Moen tersebut diputar lewat tayangan video. Mbah Moen berpesan agar bangsa Indonesia menjaga kesatuan dan persatuan.

Rachmawati Soekarnoputri. (Foto: Fahreza Rizky/Okezone)

Menhan Ryamizard Ryacudu sebelumnya juga melakukan pertemuan sekaligus silsturahmi dengan eksponen Presidium Alumni 212. Tokoh yang hadir di antaranya Habib Umar Muhammad al Hamid dan Nonop Hanafi. Acara itu digelar di Hotel Shangri-La, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis 27 Juni 2019.

Baca juga: Kemendagri Teken MoU dengan BPIP untuk Bumikan Pancasila 

Ryamizard mengatakan, usai Pemilu 2019, masyarakat diimbau bersatu dan merajut kembali silaturahmi dengan sesama anak bangsa. Menurut dia, persatuan dan kesatuan bangsa jauh lebih penting dari sekadar kepentingan politik lima tahunan. Persatuan dibutuhkan untuk mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan makmur.

"Mulai saat ini tidak ada yang namanya 01 dan 02, tapi kita semua bersaudara sebagai bangsa Indonesia yang utuh dan tidak pernah terpisahkan sepanjang masa," ucap Ryamizard.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini