nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Setya Novanto Bakal Bersaksi di Sidang Sofyan Basir

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Senin 12 Agustus 2019 09:51 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 12 337 2090722 setya-novanto-bakal-bersaksi-di-sidang-sofyan-basir-unO6aDMIXc.jpg Setya Novanto. (Foto : Heru Haryono/Okezone)

JAKARTA – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta mengagendakan sidang lanjutan perkara dugaan suap kesepakatan kontrak kerjasama proyek PLTU Riau-1, untuk terdakwa mantan Direktur Utama (Dirut) PT PLN, Sofyan Basir. Agenda sidang masih pemeriksaan sejumlah saksi.

Jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berencana menghadirkan mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto (Setnov), pada persidangan hari ini. Setnov akan bersaksi untuk Sofyan Basir.

“Sepertinya hanya Pak SN,” kata Jaksa KPK Lie Putra Setiawan saat dikonfirmasi Okezone, Senin (12/8/2019).

Sekadar informasi, nama Setya Novanto kembali muncul‎ dalam dakwaan Sofyan Basir. Setnov diduga ikut berperan mempertemukan pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johanes Budisutrisno Kotjo dengan Sofyan Basir.

Tak hanya itu, dalam dakwaan Sofyan Basir, Setnov disebut juga dijanjikan commitment fee sebesar 24 persen dari 2,5 persen nilai proyek PLTU Riau-1 atau senilai 6 juta dolar Amerika Serikat.‎

S‎ofyan Basir telah didakwa Jaksa KPK sebagai pihak yang mengatur pertemuan untuk membahas pemufakatan jahat suap kontrak kerjasama proyek PLTU Riau-1.

Adapun, pertemuan tersebut terjadi antara Wakil Ketua Komisi VII DPR, Eni Maulani Saragih, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar, Idrus Marham, dan pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johanes Budisutrisno Kotjo.

Eni Maulani Saragih Tebar Senyum Usai Jalani Pemeriksaan di Gedung KPK

Menurut Jaksa, Sofyan Basir diduga mengetahui Eni Saragih dan Idrus Marham menerima imbalan atau suap secara bertahap dari Johanes Kotjo sebesar Rp4,7 miliar. Uang tersebut disinyalir untuk mempercepat proses kesepakatan proyek Independent Power Producer (IPP) PLTU mulut tambang Riau-1.

Awalnya, Eni Saragih ditugaskan Ketua Fraksi Partai Golkar, Sety‎a Novanto (Setnov) untuk membantu Johanes Kotjo memuluskan kesepakatan kontrak kerjasama PLTU Riau-1. Eni kemudian meminta bantuan kepada Sofyan Basir.

Usai Libur Lebaran, KPK Kembali Periksa Direktur Utama PLN Nonaktif Sofyan Basir

Sofyan Basir beberapa kali melakukan pertemuan dengan Eni Saragih dan Johanes Kotjo untuk membahas proyek PLTU. Sofyan pun menyerahkan ke anak buahnya Direktur Pengadaan Strategis 2 PT PLN, Supangkat Iwan Santoso untuk mengurus proposal yang diajukan Johanes Kotjo.

Atas bantuan Sofyan Basir, perusahaan Johanes Kotjo pun mendapatkan jatah proyek PLTU Riau-1. ‎Eni dan Idrus menerima imbalannya sebesar Rp4,7 miliar dari Johanes Kotjo karena telah membantunya.


Baca Juga : Dirut Indonesia Power Akan Bersaksi di Sidang Bekas Bos PLN Sofyan Basir

Atas perbuatannya, Sofyan Basir didakwa melangar Pasal 12 a atau Pasal 11 juncto Pasal 15 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 56 ke-2 KUHP.


Baca Juga : Idrus Marham Akan Ajukan Kasasi Usai Hukumannya Diperberat

(erh)

Berita Terkait

Korupsi PLTU Riau

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini