nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Habib Rizieq Ungkap Hujan di Makkah Beda dari Biasanya saat Wafatnya Mbah Moen

Fahreza Rizky, Jurnalis · Sabtu 10 Agustus 2019 14:59 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 10 337 2090213 habib-rizieq-ungkap-hujan-di-makkah-beda-dari-biasanya-saat-wafatnya-mbah-moen-4qJlLU1rAS.jpg Habib Rizieq Shihab (Arif/Okezone)

JAKARTA – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab menceritakan suasana Kota Makkah, Arab Saudi menjelang wafatnya KH Maimoen Zubair alias Mbah Moen. Ia menilai itu sebuah isyarah dari Allah akan kepergian seorang ulama besar.

Mbah Moen meninggal dunia di sela beribadah haji di Kota Makkah, pada Selasa 6 Agustus 2019 dini hari. Sebelum menghadap Sang Pencipta, Mbah Moen sempat berwudu untuk salat tahajud, lalu ia terjatuh dan meninggal.

Habib Rizieq yang sudah mengasingkan diri ke Makkah setelah terjerat beberapa kasus hukum di Tanah Air, menceritakan suasana malam menjelang Mbah Moen wafat.

“Pada malam wafatnya beliau itu, ana (saya) di rumah ini belum tidur sampai subuh, sampe jam 3 malam,” tutur Habib Rizieq saat menerima kunjungan keluarga almarhum Mbah Moen di rumahnya di Makkah seperti terlihat dalam video ditayangkan akun Youtube FrontTV yang dipantau Okezone, Sabtu (10/8/2019).Mbah Moen

KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen

Dia lalu naik ke lantai dua rumahnya kemudian melihat keluar melalui jendela, ada sesuatu yang berbeda dari biasa.

Baca juga: Habib Rizieq: Mbah Moen Istikamah, Walaupun Berbeda Pendapat Beliau Enggak Pernah Nyinyir

“Ana sempat (naik) ke lantai dua buka jendela lihat hujan, itu hujannya beda, biasanya hujan di sini (Makkah) ada debu, ada angin keras. Tapi, ini hujan tenang, hawanya sejuk, enggak ada angin,” kata Habib Rizieq.

Namun, tiba-tiba dia mendapatkan kabar Mbah Moen meninggal dunia. Dia menganggap ulama asal Jawa Tengah itu seseorang yang mukhlis atau jujur, ikhlas dan lurus hatinya.

Baca juga: Sosok Mbah Moen Zubair di Mata Mereka

“Tahu-tahu jam 4 pagi, guru kita meninggal dunia. Ana pikir itu juga isyarah dari Allah SWT akan kembali orang yang mukhlis, orang yang begitu baik, orang yang begitu luar biasa berjuang di jalan allah yang menghabiskan umurnya dari masa mudanya hanya untuk Allah dan rasul.”

Mbah Moen muda pernah mengenyam pendidikan di Makkah, sebelum kembali ke Tanah Air. Namun, Mbah Moen tetap mempertahankan tradisi Islam di Indonesia yang ramah, menghargai adat-istiadat dan budaya Nusantara.

“Beliau dari muda dari umur 21 tahun sudah menuntut ilmu di Kota Suci Makkah. Jadi luar biasa. Jadi betul-betul kita kehilangan, semoga Allah melimpahkan kepada kita rahmat dan barakah dan khususnya Mbah Maimoen Zuair ditempatkan oleh Allah di tempat yang tinggi, tempat yang mulia, dikumpulkan bersama Nabi Muhammad dan bersama ahlul baitnya,” kata Rizieq.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini