Share

Diaspora Diajak Bergerak Wujudkan Cita-Cita Indonesia Jadi Negara Maju di 2045

Fahreza Rizky, Okezone · Sabtu 10 Agustus 2019 13:52 WIB
https: img.okezone.com content 2019 08 10 337 2090194 diaspora-diajak-bergerak-wujudkan-cita-cita-indonesia-jadi-negara-maju-di-2045-UwUVXRVxrg.jpeg Kongres ke 5 Diaspora Indonesia di Kota Kasablanka, Jakarta (Fahreza/Okezone)

JAKARTA - Kongres ke 5 Diaspora Indonesia atau The Fifth Congress of Indonesian Diaspora (CID-5) digelar di Kasablanka Hall, Kota Kasablanka, Jakarta, Sabtu (10/8/2019). Diaspora diajak saling bekerja sama mewujudkan cita-cita Indonesia jadi negara maju pada 2045.

Sejumlah tokoh hadir dalam kongres bertema "Empowering Indonesia's Human Capital" yang ikut memberikan apresiasi kepada pekerja migran Indonesia.

Pantauan Okezone, turut hadir dalam kongres itu di antaranya Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi, Gubernur DKI Anies Baswedan, Wakil Menteri ESDM Archandra Tahar, dan Founder Indonesian Diaspora Network (IDN) Global Dino Patti Djalal dan Ketua Penyelenggara CID-5 Iwan Sunito.

President IDN Global 2017-2019, Mark Gerald Eman mengatakan, saat ini sudah ada 1.700 diaspora Indonesia yang hadir dalam acara ini. 1.700 orang tersebut berasal dari 77 negara di berbagai belahan dunia. Jumlah ini, lanjut Mark, lebih meningkat ketimbang tahun sebelumnya.

"Dari daftar diaspora yang kami catat, ada 1.700 diaspora kita yang hadir dalam kongres ini dan mereka berasal dari 77 negara yang merupakan peningkatan dari dua tahun lalu, 53 negara," kata Mark di lokasi acara.

 Kongres diaspora

Mark menuturkan, kongres ke-5 Diaspora Indonesia ini salah satunya memberi perhatian untuk Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang tersebar di berbagai belahan dunia. PMI disebut memiliki kontribusi besar bagi pembangunan karena memberi remitansi atau transfer uang cukup besar untuk Indonesia.

"Berbicara kontribusi terbesar saat ini untuk Indonesia adalah remitansi. Maka itu perkenankan saya saat ini mengajak peserta untuk bangkit berdiri dan memberi (apresiasi) kepada para pahlawan devisa Indonesia, yaitu PMI atas kontribusinya kepada Indonesia melalui remitansi yang mencapai 8,8 miliar dollar AS sepanjang tahun ini," tutur Mark.

Mark menuturkan, potensi terbesar diaspora Indonesia adalah human capital. Jika para diaspora bisa begerak bersama maka bukan tidak mungkin pada 2045 Indonesia akan menjadi negara maju dan berjaya, khususnya di era high technology seperti ini.

"Kami membayangkan seandainya diaspora dapat bergerak dan bekerja bersama maka diaspora akan menjadi kejuatan luar biasa untuk membangun Indonesia menjadi negara maju. Sehingga 2045 bukan menjadi impian, tapi tujuan bersama," ucap Mark.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini