nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Habib Rizieq: Mbah Moen Istikamah, Walaupun Berbeda Pendapat Beliau Enggak Pernah Nyinyir

Fahreza Rizky, Jurnalis · Sabtu 10 Agustus 2019 12:40 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 10 337 2090176 habib-rizieq-mbah-moen-istikamah-walaupun-berbeda-pendapat-beliau-enggak-pernah-nyinyir-kxbpufeleO.jpg Habib Rizieq Shihab (Okezone)

JAKARTA – Habib Rizieq Shihab mengenang sosok almarhum ulama kharismatik KH Maimoen Zubair alias Mbah Moen. Di mata Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu, Mbah Maimoen orang yang istikamah atau berpenderian kuat, tapi sangat menghargai perbedaan.

“Beliau ini Mbah Maimoen orang yang istiqamah, walaupun beliau berbeda pendapat dengan orang, beliau tidak pernah menyela orang, beliau enggak pernah nyinyir sama orang lain,” kata Habib Rizieq dalam video disiarkan melalui akun Yuotube Front TV yang dipantau Okezone, Sabtu (10/8/2019).

Video tersebut menayangkan prosesi kunjungan keluarga almarhum Mbah Moen ke kediaman Habib Rizieq di Makkah, Arab Saudi, pada 9 Dzulhijjah 1440 Hijriah. Di antara yang hadir adalah Gus Majid, Taj Yasin, Gus Rouf dan Gus Zahrul Anam.

Perwakilan keluarga Mbah Moen berterima kasih kepada Rizieq yang sudah memimpin doa pada prosesi pemakaman Mbah Moen di Kompleks Ma’la, Makkah, pada Selasa 6 Agustus 2019.Mbah Moen

KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen

Habib Rizieq lalu menceritakan sosok Mbah Moen. Dia mengaku mengenal Mbah Moen dan beberapa kali bertemu ulama asal Jawa Tengah itu.

“Ana tahu, ana kenal, ana pernah ketemu sama Mbah Maimoen di antaranya di tempat almarhum KH Abdul Hamid Boidawi, beliau dulu Ketua Majelis Syuro FPI. Setiap buat acara saya selalu diundang, nah Mbah Maimoen waktu selagi sehat datang, dikawal sama Gus Majid juga kadang-kadang,” cerita Rizieq.

Baca juga: Sosok Mbah Moen Zubair di Mata Mereka

Menurutnya Mbah Moen sebagai ulama besar pantas mendapatkan perlakuan istimewa dari masyarakat saat mengetahui dirinya sudah meninggal.

Baca juga: Habib Rizieq Dituding Serobot Doa, FPI: Dubes Arab Saudi Harus Minta Maaf

“Sebetulnya apa yang sudah dilakukan oleh umat memang tidak perlu kita berterima kasih lagi, to the point, wajib yang ada di Makkah ini begitu mendengar wafatnya Mbah Maimoen, wajib kita peduli, kita datangi, kita salati, kita doakan, jadi enggak boleh kita enggak peduli karena beliau ulama besar.”

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini