nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 Fakta Sosok Taruna Akmil Enzo Allie yang Blasteran Prancis

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Sabtu 10 Agustus 2019 09:45 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 10 337 2090139 5-fakta-sosok-taruna-akmil-enzo-allie-yang-blasteran-prancis-e5xyeCQ1RK.jpg Enzo Zenz Allie saat menjalani latihan di Akmil. (Foto: Ist)

JAKARTA – Enzo Zenz Allie (18) menjadi viral lantaran dan banyak diperbincangkan publik. Remaja yang merupakan blasteran Prancis-Indonesia ini berhasil lulus ujian calon taruna Akademi Militer.

Hingga kini nama Enzo masih hangat menjadi perbincangan masyarakat Tanah Air. Berikut Okezone rangkum beberapa fakta seputar Enzo, sebagaimana dikutip dari beberapa sumber, Sabtu (10/8/2019):

1. Viral karena wajahnya yang bule saat tes Akmil

Sosok Enzo viral setelah videonya saat ditanya oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto beredar luas di media sosial. Lantaran mempunyai keturanan Prancis, Enzo pun dianggap sebagai calon taruna bertampang "bule".

2. Dituding simpatisan HTI

Setelah menjadi perbincangan karena wajah bulenya, Enzo kemudian kembali disorot karena di media sosial Facebook-nya beredar foto sedang membawa bendera tauhid. Namun, Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Sisriadi menegaskan bahwa Enzo tidak terpapar radikalisme.

3. Lahir di Prancis

Enzo adalah anak dari almarhum Jeans Paul Francois Allie dan Siti Hajah Tilaria yang berasal dari Sumatera Utara. Ia lahir di Prancis dan menghabiskan masa kecil di negara asal ayahnya tersebut.

Dua tahun setelah ayahnya meninggal, tepatnya pada 2014, Enzo dan sang ibu kembali ke Indonesia.

4. Rajin beribadah

Sosok Enzo Zenz Allie (18) di mata gurunya merupakan remaja yang rajin beribadah, terutama puasa sunah dan Salat Tahajud. Bahkan, Enzo kerap bangun lebih dahulu untuk berlatih fisik di lingkungan ponsok pesantren.

5. Menguasai empat bahasa

Salah satu guru di SMA Pesantren Unggul Albayan, Anyer, Serang, mengatakan muridnya Enzo Zenz Allie yang kini lolos seleksi Akmil TNI 2019 sangat cepat menangkap pelajaran dan menguasai banyak bahasa, yakni Prancis, Inggris, Jepang, Arab, Jerman, dan Italia. Banyaknya bahasa yang dikuasai karena di pesantren diberikan kesempatan.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini