nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Politisi Gerindra: FPI Tidak Radikal!

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Jum'at 09 Agustus 2019 19:18 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 09 337 2089988 politisi-gerindra-fpi-tidak-radikal-yigdOcULXc.JPG Wakil Ketua Umum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad (Foto: Ist)

JAKARTA - Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerindra Sufi Dasco Ahmad menegaskan, Front Pembela Islam (FPI) bukan organisasi masyarakat (ormas) yang radikal. Ia tak sependapat dengan temuan Cyrus Network.

Cyrus Network menyebutkan hasil penelitiannya menemukan sebesar 4,8% masyarakat menilai FPI merupakan ormas yang bertentangan dengan Pancasila.

"Ini bukan bela, tadi ada FPI 4,8 persen. Ini sepanjang saya bergaul dengn mereka saat Pilpres saya pikir secara radikal nggak," kata Dasco saat diskusi hasil survei Cyrus Network di Jakarta, Jumat (9/8/2019).

Baca Juga: Diminta Lengkapi Persyaratan SKT, FPI : Apa yang Kurang Menurut Kemendagri?

Selama ini, di mata Dasco, ulama FPI bukan orang-orang yang radikal dan frontal. Namun, ulama FPI merupakan pejuang konstitusional dan menyampaikan ide-idenya untuk umat.

Dasco pun bercerita ketika adanya ulama-ulama FPI yang dipanggil polisi karena dugaan permasalahan hukum. Sikap yang diambil para ulama tersebut meminta pendapat dan ingin menyelesaikan persoalan hukum tersebut.

"Kalau mereka radikal mereka nggak akan masalah. Ini mereka juga berunding," ujarnya.

Ilustrasi FPI 

Dasco menegaskan, Gerindra akan mendukung pemerintah bila ingin membubarkan ormas yang bertentangan dengan Pancasila lewat mekanisme hukum. Pasalnya, kelompok-kelompok yang ingin memecah belah NKRI harus ditindak tegas.

"Kalau perlu lawan itu harus dilakukan demi jaga keutuhan NKRI," tuturnya.

Baca Juga: Ada Peran Pengusaha 'Bisnis Haram' di Balik Desakan Pembubaran FPI 

Dasco juga mendorong pemerintah untuk memberikan kesempatan kepada ormas tersebut memaparkan visi dan misinya ormas tersebut berdasarkan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART)-nya.

"Beri mereka kesempatan pembelaan diri, dikasih kesempatan mereka paparkan, kemudian mereka menyajikan utuh soal kegiatan berdasarkan AD/RT mereka," tuturnya.

(Ari)

Berita Terkait

FPI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini