nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Megawati Minta Banyak Menteri, Djarot: Ibu Tidak Pernah Sembunyi-Sembunyi

Abdul Rochim, Jurnalis · Jum'at 09 Agustus 2019 14:11 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 09 337 2089809 megawati-minta-banyak-menteri-djarot-ibu-tidak-pernah-sembunyi-sembunyi-Twj6501c0S.JPG Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (dok. Okezone)

DENPASAR - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri secara terbuka meminta jatah menteri terbanyak kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Permintaan itu disampaikan langsung di hadapan Jokowi dan wakil presiden terpilih KH Ma'ruf Amin, serta para ketua umum partai politik dan peserta Kongres saat memberi sambutan dalam pembukaan Kongres V di Sanur, Denpasar, Bali pada Kamis 8 Agustus 2019.

Ketua DPP PDIP (demisioner) Djarot Saiful Hidayat mengatakan Megawati tidak pernah sembunyi-sembunyi dalam menyampaikan keinginannya, termasuk dalam masalah jatah kursi kabinet mendatang.

"Ibu kalau menyampaikan sesuatu tidak pernah "selintutan". Selintutan itu jalan belakang. Langsung di-declare. Yang declare depan umum. Di sidang kongres lagi. Di declare langsung bahwa sekarang ini PDI Perjuangan harus dapat peran lebih besar," ujar mantan Gubernur DKI Jakarta ini ditemui di arena Kongres, Hotel Grand Inna Bali Beach, Jumat (9/8/2019).

Jokowi dan Megawati

Djarot mengatakan, sudah selayaknya PDI Perjuangan sebagai partai politik pengusung utama Jokowi-KH Ma'ruf Amin yang juga pemenang pemilu, mendapatkan kursi menteri terbanyak. "Ya karena dia menang. Menang toh? Sudah selayaknya toh? Bukan untuk kepentingan partai, bukan. Untuk kepentingan bangsa dan negara," urainya.

Baca Juga: Kalau PDIP Dikasih 4 Menteri, Megawati: Emoh, Tidak Mau

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengatakan, kekuasaan harus didharmabaktikan, harus dikerjakan untuk mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan rakyat dan membangkitkan kemandirian.

Ditanya mengenai kriteria menteri dari PDIP, Djarot mengatakan bahwa hal itu menjadi wewenang Megawati sebagai ketua umum dan Jokowi sebagai presiden. "Tapi yang jelas kriteria ideologis itu yang jadi penting," katanya. (aky)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini