Mantan Presdir Lippo Cikarang Bantah Terlibat Suap Proyek Meikarta

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Kamis 08 Agustus 2019 21:32 WIB
https: img.okezone.com content 2019 08 08 337 2089594 mantan-presdir-lippo-cikarang-bantah-terlibat-suap-proyek-meikarta-GkXCD9s5BA.jpg Mantan Presdir Lippo Cikarang Bartholomeus (Foto: Harits/Okezone)

JAKARTA - Mantan Presid‎en Direktur (Presdir) PT Lippo Cikarang,  Bartholomeus Toto (BTO) selesai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dalam kasus suap proyek perizinan Meikarta. Namun KPK belum menahannya meski statusnya sudah menjadi tersangka.

Kepada wartawan, Bartholomeus membantah memberikan suap kepada Mantan Bupati Bekas Neneng Hasanah Yasin sebesar Rp10,5 miliar guna memuluskan proyek perizinan Meikarta. Dikarenakan dia sudah tak menjadi bagian dari Lippo Cikarang sejak Desember 2018.

“Mengenai yang teman-teman media beritakan, kok Rp10,5 miliar? Sebetulnya waktu saya jadi saksi juga sudah saya bantah dalam sidang,” ujar Bartholomeus di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (8/8/2019).

Mantan Presdir Lippo Cikarang Bartholomeus Toto

Meski membantah, dia mengaku siap kooperatif pada kasus yang menjeratnya. Bartholomeus berharap kasus ini segera selesai dan ia dinyatakan tak terbukti bersalah walaupun sudah menjadi tersangka.

“Jadi yang terakhir saya berharap dan berdoa supaya proses ini cepat selesai. Saya ini kepala keluarga ya, saya juga mengurus anak saya ada tiga yang paling kecil masih kelas 5 SD, Saya berharap ini cepat selesai,” tuturnya.

Baca Juga: Politikus PDIP Kena OTT KPK, Djarot: Kalau Korupsi Dia Bukan Kader Kita

Baca Juga: Soal Kursi Ketua DPR, Puan: Saya Punya Pengalaman

Diketahui Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap mantan Presid‎en Direktur (Presdir) PT Lippo Cikarang, Bartholomeus Toto (BTO) hari ini. Ia diperiksa sebagai tersangka dalam kasus suap proyek perizinan Meikarta.

Lembaga antirasuah juga sudah mencegah Bartholomeus untuk bepergian ke luar negeri. Tak hanya Bartholomeus, KPK juga mencegah Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat ‎ (Jabar), Iwa Karniwa untuk bepergian ke luar negeri.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini