nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kongres V PDIP Jadi Bentuk Penegasan Kerja Politik & Ideologi

Wijayakusuma, Jurnalis · Kamis 08 Agustus 2019 19:37 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 08 337 2089542 kongres-v-pdip-jadi-bentuk-penegasan-kerja-politik-ideologi-oy9iYLWYlA.jpg Kongres PDIP (Foto: Tim Media PDIP)

BEKASI - Pembukaan Kongres Nasional V PDIP di Bali hari ini, turut dihadiri sejumlah elit partai politik. Kongres partai berlambang banteng moncong putih itu disebutkan sebagai bentuk penegasan garis kerja politik dan ideologi partai yang berpijak pada Trisakti Bung Karno.

"Karena sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat, Trisakti Bung Karno itu acuan untuk melaksanakan kerja politik, kerja ideologi baik di eksekutif maupun di parlemen," kata Ketua DPD PDIP Jawa Barat, Ono Surono, Kamis (8/8/2019).

Sebagai partai pemenang Pemilu dua kali berturut-turut, kata dia, PDIP akan terus menggaungkan konsep Trisakti Bung Karno, di bidang ekonomi, politik dan budaya. Konsep ini diterjemahkan dalam Pembangunan Nasional Semestar Berencana (PNSB) yang juga dirumuskan oleh Bung Karno pada 1959, dan mulai dijalankan antara tahun 1961-1968.

"Hal ini merupakan konsepsi dalam memandang gerak bangsa yang lebih visioner," ungkapnya.

Baca Juga: Megawati Dipastikan Kembali Terpilih Aklamasi Jadi Ketum PDIP

Megawati

Menurut Ono, PNSB sekaligus menjawab keresahan banyak pihak yang menyoal hilangnya arah kebijakan pembangunan nasional sehingga ada usulan Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN). Hal ini dianggap lumrah, mengingat orientasi pembangunan saat ini yang seolah tidak berkesinambungan dan terstruktur.

"Kongres V PDIP ini memiliki pandangan yang lebih utuh dalam melihat pola PNSB," tegasnya.

Ono berujar, bahwa konsep PNSB sedianya mampu memberikan akselerasi bilamana dapat "dilembagakan". Pendekatan strukturalis dirasa menjadi kebutuhan untuk dapat memanifestasikan gagasan pembangunan yang berkarakter Trisakti.

Bahkan tak menutup kemungkinan untuk pencapaian target pembangunan yang terkendali oleh kewenangan yang dilekatkan.

"Saya yakin jika prototype pembangunan semesta berencana diikuti dengan kewenangan struktural, akan lebih mudah menggerakkan potensi kepartaian dalam partisipatif ideoligis sebagaimana cita-cita Bung Karno dalam Trisakti, atau pidato yang diberi judul "Penemuan Kembali Revolusi Kita", itu adalah pidato evaluasi-korektif," paparnya.

Ono menegaskan prinsip dasar penerapan PNSB sangat penting untuk dipatuhi, semisal arah dan tujuan yang jelas, bahwasanya PNSB bertujuan mewujudkan masyarakat adil dan makmur. PNSB juga harus terencana dalam semua bidang (overall planning), sesuai sebutannya (pembangunan semesta). Kemudian PNSB harus memegang teguh semangat berdikari, serta mendorong partisipasi rakyat sebagai tenaga pokok pembangunan.

"Posisi politik PDIP di pemerintahan hari ini, sekaligus sebagai partai pemenang pemilu secara berturut-turut, harus menjadi kekuatan untuk lebih dapat memformulasikan kebijakan bernegara dalam praktek pembangunan yang berkesinambungan, yang berkarakter Trisakti dan dapat langsung dirasakan oleh rakyat kebanyakan," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini