nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

A.K Gani, "Raja Penyelundup" Barang-Barang Belanda untuk Kemakmuran Indonesia

Melly Puspita, Jurnalis · Jum'at 09 Agustus 2019 07:07 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 08 337 2089479 a-k-gani-raja-penyelundup-barang-barang-belanda-untuk-kemakmuran-indonesia-WSwMXFYSko.jpg Tokoh Kemerdekaan Adenan Kapau Gani atau Familiar Dipanggil dr AK Gani (foto: Ist)

PALEMBANG - Adenan Kapau Gani atau yang lebih familiar disebut dr. A.K Gani (16 september 1905 - 23 Desember 1968 ) tercatat sebagai pahlawan nasional Indonesia ditetapkan oleh Presiden ke 6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono pada 7 November 2009.

Jenderal (Purn) dr. A.K Gani merupakan gubernur pertama Sumatera Selatan. Presiden Soekarno menunjuk Jenderal A.K Gani pada tanggal 15 Mei 1946 yang ditetapkan sebagai hari jadi Provinsi Sumsel yang diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Sumsel No. 5 Tahun 2007.

Baca Juga: Mengenal Sosok Perempuan Pelantun Lagu Indonesia Raya Pertama, Dolly Salim 

Tokoh Kemerdekaan AK Gani (foto: Ist)

Secara hukum (de-jure) Provinsi Sumsel terbentuk pada 15 April 1948 sejak terbitnya Undang-undang No. 10 Tahun 1948 tentang Pembagian Sumatera dalam Tiga Provinsi (Sumut, Sumsel), namun secara sosiologis & teknis (de-facto), pemerintahan Sumsel telah terbentuk sejak 15 Mei 1946 ketika Mayjen. TNI. dr. Adenan Kapau Gani diangkat sebagai Gubernur Muda sub-Provinsi Sumsel (di bawah Provinsi Sumatera yang beribu kota di Bukittinggi).

Direntan waktu tersebut terbentuk pula susunan & perangkat pemerintahan daerah, mulai dari sekretaris daerah, kepala bagian, keuangan, kepala urusan agama, kepala kepolisian, pengadilan, kejaksaan dan sebagainya yang berkedudukan di Palembang, yang ketika itu meliputi 4 karesidenan, yaitu Karesidenan Palembang, Lampung, Bengkulu & Bangka Belitung.

Saat menjadi Gubernur Sumatera Selatan dr. A.K Gani membuat uang ringgit perak yang dinamakan uang stabilisasi, uang tersebut berlaku sejak tanggal 17 agustus 1949 di daerah Sumsel dan di luar negeri.

Uang ringgit ini memiliki desain gambar sebelah bergambar banteng dan sebelah lagi bergambar tulisan peringatan proklamasi Republik Indonesia 17 Agustus 1945.

Jenderal (Purn) A.K Gani terkenal dengan julukan "Raja Penyelundup" hal tersebut diungkapkan dalam buku Otobiografi Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia Halaman 354-355.

Tokoh Kemerdekaan AK Gani (foto: Ist)

Dikutip dalam buku tersebut. "Seorang pembesar tinggi dari kabinetku menyelundupkan sembilan kilo emas dan 300 kilo perak dari Sumatera sebagai pembayaran 200.000 pasang pakaian seragam. Orang-orang kami dinilai berbeda-beda tergantung kepada sikap dipihak mana berdiri. Orang-orang yang melakukan perdagangan emas dan perak itu juga menyelundupkan 8.000 ton karet adalah dr. A.K Gani. Belanda memberikan julukan sebagai raja penyelundup tapi rakyat Indonesia mengenalnya sebagai menteri kemakmuran."

Baca Juga: Belum Banyak yang Tahu, Ini Dia Dua Presiden Indonesia yang Terlupakan 

Tokoh Kemerdekaan AK Gani (foto: Ist)

Teks Proklamasi dibacakan pertama kali oleh dr. A.K Gani di depan gedung ledeng. Sekarang gedung tersebut sudah dialih fungsikan sebagai kantor Walikota Palembang. Rakyat mengibarkan bendera merah putih pada 08 Oktober 1945 dipimpin oleh dr. A.K Gani dan berlangsung tanpa insiden.

"Jenderal (Purn) A.K. Gani meninggal pada 23 Desember 1968 di Rumah Sakit Charitas Palembang. Kini jasadnya terbaring di Taman Makam Pahlawan Kesatria Siguntang, Palembang. Namanya-pun diabadikan sebagai Rumah Sakit TNI dr. AK. Gani (Akreditasi Paripurna) milik Kodam II Sriwijaya, Al-Fatihah untuk Bapak AK. Gani," ucap Direktur Museum Nasional dr. A.K Gani, Priyanti Gani kepada Okezone.

Perjalanan hidup dr. A.K Gani tersimpan rapi di Museum Nasional dr. A.K Gani yang terletak di jalan Mochtar Prabu Mangkunegara, Raya Kenten atau persis di belakang SPBU Sako.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini