nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Tetapkan Eks Direktur Teknik PT Garuda Hadinoto Soedigno Tersangka Kasus Suap

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Rabu 07 Agustus 2019 18:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 07 337 2089026 kpk-tetapkan-eks-direktur-teknik-pt-garuda-hadinoto-soedigno-tersangka-kasus-suap-6KH50NmLV0.jpg Ilustrasi.

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan satu tersangka baru dalam kasus dugaan suap pengadaan pesawat dan 50 mesin pesawat Airbus A330-300 untuk PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk periode 2004-2015, yakni eks Direktur Teknik dan Pengelola Armada PT. Garuda Indonesia Hadinoto Soedigno.

"Hasil pengembangan kasus suap mesin Garuda kami tetapkan HDS (Hadinoto Soedigno) tersangka," kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta Selatan, Rabu (7/8/2019).

Syarif menjelaskan, penetapan tersangka itu lantaran dalam proses penyidikan, Hadinoto diyakini telah menerima uang diduga suap senilai USD2,3 juta dan EUR477 ribu dari bos PT. Mugi Rekso Abadi atau PT. MRA, Soetikno Soedarjo.

"Itu diberikan dengan dikirim ke rekening HDS (Hadinoto) di Singapura," ucap Syarif.

Menurut Syarif, uang suap yang diterima Hadinoto tersebut diduga untuk melakukan beberapa kontrak pembelian dengan empat pabrikan pesawat 2008 - 2013 dengan nilai miliaran USD.

Laode.

Empat proyek tersebut adalah kontrak pembelian pesawat Trent seri 700 dan perawatan mesin dengan perusahaan Rolls-Royce. Kontrak pembelian pesawat Airbus A330 dan Airbus A320 dengan perusahaan Airbus S.A.S., Kontrak pembelian pesawat ATR 72-600 dengan perusahaan Avions de Transport Regional (ATR). Dan Kontrak pembelian pesawat Bombardier CRJ 1000 dengan perusahaan Bombardier Aerospace Commercial Aircraft.

Atas perbuatannya, Hadinoto disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 Jo. Pasal 64 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Dalam perkara ini, KPK lebih dahulu menetapkan dua orang tersangka yakni, Eks Direktur Utama PT. Garuda Indonesia Emirsyah Satar dan Soetikno Soedarjo.

Terbaru, Emirsyah dan Soetikno kini juga telah ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang (TPPU).

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini