Share

Soal Perluasan Ganjil Genap di Jakarta, Ini Kata Kakorlantas

CDB Yudistira, Okezone · Rabu 07 Agustus 2019 16:22 WIB
https: img.okezone.com content 2019 08 07 337 2088940 soal-perluasan-ganjil-genap-di-jakarta-ini-kata-kakorlantas-FvS9jsksVw.jpg Kakorlantas Polri Irjen Refdi Andri (foto: Puteranegara/Okezone)

BANDUNG - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri akan terus melakukan evaluasi terhadap perluasan wilayah ganjil genap yang akan diberlakukan oleh Dishub DKI Jakarta.

"Kita kaji dari waktu ke waktu kita analisa selalu kita lakukan evaluasi kita mendengar masukan dari siapapun," ujar Kakorlantas Polri Irjen Refdi Andri, di Bandung, Rabu (7/8/2019).

Baca Juga: Ganjil Genap di Jakarta Diperluas hingga 25 Titik, Ini Rinciannya 

Asian Games Kelar, Ganjil Genap Jalan Metro Pondok Indah Dihapus

Refdi menambahkan, salah satu permasalahan lalu lintas di Jakarta adalah meningkatnya pertumbuhan kendaraan. Maka dari itu, program ganjil genap dapat menjadi salah satu langkah pemecahan permasalahan yang terjadi.

"Melihat pertumbuhan kendaraan, dengan melihat pergerakan kepadatan di jalan, untuk itulah (program ganjil genap) jawaban yang bisa dilakukan," tuturnya.

Diketahui, Dishub DKI Jakarta hari ini mengumumkan rute baru ganjil-genap di Jakarta. Kini ada 16 rute baru penerapan ganjil-genap, di wilayah DKI Jakarta.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, terdapat 25 ruas jalan yang terkena sistem ganjil genap dari sebelumnya hanya 9 ruas jalan.

"Jika sebelumnya ada 9 ruas jalan yang diterapkan ganjil genap, maka saat ini bertambah menjadi 25 ruas jalan," ujar Syafrin dalam konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta.

Dia menjelaskan, sistem ganjil genap juga diberlakukan pada simpang dari dan menuju gerbang tol. "Untuk pelaksanaan di jalan koridor ganjil genap itu di dalam on/off ramp tol, pengecualian tidak diberlakukan. Jadi, pada saat kendaraan bermotor dari luar area menuju pintu tol yang ada ganjil genap, demikian tetap dikenakan. Jika sebelumnya ada pengecualian, ini dihapuskan," urai Syafrin.

Perluasan sistem ganjil genap di ruas jalan tambahan akan diuji coba mulai 12 Agustus sampai 6 September 2019.

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

Ganjil genap diberlakukan pada Senin sampai Jumat, pada pukul 06.00-10.00 dan pukul 16.00-21.00 WIB. Namun, aturan ganjil genap tidak berlaku di hari libur dan tanggal merah.

Ruas jalan yang terkena perluasan sistem ganjil genap, yaitu:

- Jalan Pintu Besar Selatan,

- Jalan Gajah Mada,

- Jalan Hayam Wuruk,

- Jalan Majapahit,

- Jalan Sisingamangaraja,

- Jalan Panglima Polim,

- Jalan RS Fatmawati (mulai simpang Jalan Ketimun 1 sampai dengan simpang Jalan TB Simatupang),

- Jalan Suryopranoto,

- Jalan Balikpapan,

- Jalan Kyai Caringin,

- Jalan Tomang Raya,

- Jalan Pramuka,

- Jalan Salemba Raya,

- Jalan Kramat Raya,

- Jalan Senen Raya,

- Jalan Gunung Sahari.

Baca Juga: Perluas Ganjil Genap, Dishub Atur Ulang Lampu Merah Jalur Alternatif 

Tilang Mobil Berpelat Nomor Ganjil di Kawasan Lebak Bulus

Sistem ganjil genap juga tetap diberlakukan di ruas jalan yang semula sudah diterapkan kebijakan tersebut, yakni: 

- Jalan Medan Merdeka Barat,

- Jalan MH Thamrin,

- Jalan Jenderal Sudirman,

- Sebagian Jalan Jenderal S Parman, dari ujung simpang Jalan Tomang Raya sampai simpang Jalan KS Tubun,

- Jalan Gatot Subroto,

- Jalan Jenderal MT Haryono,

- Jalan HR Rasuna Said,

- Jalan DI Panjaitan,

- Jalan Jenderal Ahmad Yani (mulai simpang Jalan Perintis Kemerdekaan sampai dengan simpang Jalan Bekasi Timur Raya).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini