nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Remaja Berdarah Prancis Lolos Akmil, Komisi I: Track Record-nya Perlu Didalami

Muhamad Rizky, Jurnalis · Rabu 07 Agustus 2019 15:26 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 07 337 2088910 remaja-berdarah-prancis-lolos-akmil-komisi-i-track-record-nya-perlu-didalami-qFo8MJfUTs.jpg Enzo Zenz Allie bersama sang ibu (Foto: Ist)

JAKARTA - Anggota DPR RI Komisi I, Supiadin Aries menilai remaja berdarah Prancis Enzo Zenz Allie (18) yang lolos seleksi Akmil TNI berhak menjadi prajurit. Pasalnya Enzo sendiri telah dinyatakan lolos dari semua persyaratan masuk.

"Apalagi saya lihat Panglima TNI (Marsekal Hadi Tjahjanto) hadir langsung seleksi akhir melalui pantukhir pusat, berarti yang bersangkutan sudah diketahui dan memenuhi persyaratan," kata Supiadin kepada Okezone, Rabu (7/8/2019).

Enzo adalah anak dari almarhum Jeans Paul Francois Allie dan Siti Hajah Tilaria yang berasal dari Sumatera Utara. Dirinya lahir di Prancis dan menghabiskan masa kecil di negara asal ayahnya tersebut. Dua tahun setelah ayahnya meninggal, tepatnya pada 2014, ia dan sang ibu kembali ke Indonesia.

Namun di media sosial facebook beredar foto Enzo tengah mengibarkan bendera tauhid. Sang ibu juga dituding sangat membenci Presiden Jokowi.

Enzo

Baca Juga: Cerita Enzo Allie Bercita-cita Jadi Prajurit TNI yang Saleh

Terkait adanya informasi itu Supiadin mengungkapkan, TNI perlu mendalami soal latarbelakang remaja tersebut dan keluarganya. Begitu juga dengan laporan masyarakat yang beredar.

"Kalau nanti dikemudian hari selama mengikuti pendidikan taruna ternyata ada laporan-laporan negatif tentang yang bersangkutan, maka yang bersangkutan bisa saja dibatalkan atau dikeluarkan dari pendidikan," paparnya.

Namun Supiadin meyakini bahwa, TNI melakukan seleksi yang sangat sangat ketat dan selektif dalam memilih prajuritnya. Mulai dari tes kesehatan, test akademi, tes jasmani dan tes psikologi serta test mental ideologi.

"Pertama kali dilakukan tes kesehatan dan kalau tidak lulus maka yang bersangkutan tidak mungkin bisa mengikuti tes-tes selanjutnya," tukasnya.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini