nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Suap Gubernur Kepri, KPK Cekal Pengusaha Kock Meng ke Luar Negeri

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Rabu 07 Agustus 2019 12:03 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 07 337 2088810 suap-gubernur-kepri-kpk-cekal-pengusaha-kock-meng-ke-luar-negeri-R8VPOCQN1w.jpg Juru Bicara KPK Febri Diansyah (foto: Arie/Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melayangkan surat permohonan pencegahan ke luar negeri ke Ditjen Imigrasi Kemenkumham untuk Pengusaha Kock Meng terkait kasus dugaan suap izin prinsip dan lokasi pemanfaatan laut, proyek reklamasi di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil Kepulauan Riau (Kepri) tahun 2018-2019.

Juru Bicara (Jubir) KPK Febri Diansyah menyebut, pencegahan itu akan dilakukan selama enam bulan kedepan terhitung sejak 17 Juli 2019 lalu.

Baca Juga: KPK Perpanjang Penahanan Gubernur Kepri Selama 40 Hari ke Depan 

"KPK telah mengirimkan surat perlarangan ke luar negeri untuk seorang pihak swasta Kock Meng," kata Febri, Jakarta, Rabu (7/8/2019).

 

Febri menjelaskan, pencegahan tersebut dilakukan lantaran, penyidik merasa keterangan dari Kock Meng diperlukan dalam pengusutan perkara ini. Sehingga, kata Febri, pencegahan itu bertujuan agar Kock Meng koperatif apabila menjalani pemeriksaan nantinya.

"Yang bersangkutan dilarang bepergian ke luar negeri dalam Penyidikan yang sedang berjalan dengan tersangka ABK dalam perkara dugaan suap terkait izin prinsip dan izin lokasi pemanfaatan laut, proyek reklamasi di wilayah Pesisir dan pulau-pulau kecil Kepri Tahun 2018/2019," papar Febri.

KPK menetapkan Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Nurdin Basirun (NBA) sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait izin prinsip dan lokasi proyek reklamasi di wilayahnya tahun 2018-2019. Dia juga ditetapkan sebagai tersangka penerima sejumlah gratifikasi.

Baca Juga: KPK Periksa Para Pengusaha Terkait Dugaan Gratifikasi Gubernur Kepri 

Selain Nurdin Basirun, KPK juga menetapkan tiga tersangka lainnya. Ketiganya yakni, Kadis Kelautan dan Perikanan, Edy Sofyan (EDS); Kabid Perikanan Tangkap, Budi Hartono (BUH); dan pihak swasta, Abu Bakar (ABK). Ketiganya ditetapkan tersangka terkait kasus dugaan suap izin proyek reklamasi di Kepri.

Nurdin Basirun diduga menerima suap sebesar 11.000 Dollar Singapura dan Rp45 Juta. Uang tersebut diberikan secara bertahap dari pengusaha Abu Bakar untuk membantu mendapatkan izin pembangunan resort dan kawasan wisata di area reklamasi.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini