nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Novel Bamukmin: Ijtima Ulama IV Masih Konsisten Jaga Negara dan Bangsa!

Fahreza Rizky, Jurnalis · Rabu 07 Agustus 2019 08:05 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 07 337 2088698 novel-bamukmin-ijtima-ulama-iv-masih-konsisten-jaga-negara-dan-bangsa-F8o4Tem6II.jpg Novel Bamukmin (Foto: Okezone)

JAKARTA - Tokoh 212, Novel Bamukmin, menyebut Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko gagal paham memahami hasil Ijtima Ulama IV yang salah satunya mewujudkan NKRI bersyariah sesuai Pancasila dan UUD 1945.

"Namun kalau dikatakan Ijtima Ulama IV tidak sejalan dengan UUD 45 adalah kegagal pahaman yang akut karena jelas poin-poin apa yang tertuang dalam Ijtima Ulama IV mengacu pada Pancasila dan UUD 45," kata Novel kepada Okezone, Rabu (7/8/2019).

Novel menjelaskan, UUD 1945 memenuhi unsur ketuhanan sehingga sejalan dengan peran ulama. Menurut dia ulama telah berperan melawan penjajahan sebelum NKRI lahir. Perjuangan itu terus berlanjut hingga saat ini.

"Peran ulama yang tercantum dalam Ijtima Ulama IV masih konsisten bahkan terdepan menjaga negara dan bangsa ini melawan penjajahan gaya baru dari asing dan aseng," tegasnya.

 Baca juga: Hormati Hasil Ijtima Ulama IV, PKS: Mari Bersatu Menatap Masa Depan

"Dan coba kepada Moeldoko poin mana Ijtima Ulama IV ini yang tidak sejalan dengan UUD 45, harus bisa menjelaskan itu," sambung dia.

Kendati demikian, Novel memaklumi Moeldoko ataupun pemerintah memiliki hak untuk tidak menganggap hasil Ijtima Ulama IV. Namun, Novel meminta agar pemerintah tidak gagal paham memahami gagasan penting dari hasil musyawarah para ulama.

"Sekali lagi ini tanggapan pribadi saya sebagai tokoh 212 yang juga peserta Ijtima Ulama IV," ucap Novel.

 Baca juga: PDIP Respons Ijtima Ulama IV: Pileg dan Pilpres Udah Kelar!

Diwartakan sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko tak menganggap hasil Ijtima Ulama IV yang salah satunya mewujudkan NKRI bersyariah. Mantan Panglima TNI itu menegaskan Indonesia bukan negara Islam.

"Gini, negara kita ini kan bukan negara Islam. Negara kita ini sudah jelas ideologinya," kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 6 Agustus 2019.

Lebih lanjut, Moeldoko menegaskan, Indonesia bukan negara ijtima. Menurut dia negara ini sudah jelas fondasinya yakni berdasarkan konstitusi dan aturan perundang-undangan.

"Saya sudah mengatakan, negara ini bukan negara ijtima, gitu loh. Aturannya sudah jelas, negara ini adalah negara hukum. Ada konstitusi, UUD 45, ada UU, ada Perpres, ya sudah ikuti, apalagi," tandasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini