nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ijtima Ulama IV Tak Pengaruhi Konstelasi Koalisi Pemerintah

Fahreza Rizky, Jurnalis · Rabu 07 Agustus 2019 07:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 07 337 2088688 ijtima-ulama-iv-tak-pengaruhi-konstelasi-koalisi-pemerintah-hl8IpUNqt2.jpg Yahya Zaini (foto: Golkar)

JAKARTA - Partai Golkar meyakini keputusan Ijtima Ulama IV tidak berpengaruh terhadap konstelasi koalisi politik. Pasalnya sejak awal tokoh-tokoh di acara tersebut memiliki sikap politik berbeda dengan pemerintah.

"Apapun yang akan diputuskan oleh Ijtimak Ulama tidak akan berpengaruh terhadap konstalasi koalisi karena sejak awal ijtimak ulama punya posisi dan sikap politik yang berbeda," kata Ketua DPP Golkar Yahya Zaini kepada Okezone, Rabu (7/8/2019).

Kendati demikian, Golkar meyakini Ijtima Ulama merupakan bagian dari aspirasi masyarakat yang harus dihormati.

 Baca juga: Tanggapan Gerindra Soal Hasil Keputusan Ijtima Ulama IV

Selain mengambil jarak dengan kekuasaan zalim yang berdiri di atas kecurangan, Ijtima Ulama IV juga menyatakan menolak segala putusan hukum yang tidak memenuhi prinsip keadilan. Lalu juga meminta mencegah bangkitnya ideologi Marxisme, Komunisme, dan Leninisme.

Menolak segala bentuk tatanan ekonomi kapitalisme dan liberalisme di segala bidang termasuk penjualan aset negara terhadap asing dan memberikan kesempatan pribumi tanpa memandang suku dan agama untuk menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Ijtima Ulama IV juga merekomendasikan pembentukan tim investigasi dan advokasi untuk mengusut tuntas tragedi terkait 500 petugas Pemilu yang meninggal tanpa autopsi dan lebih dari 11 ribu yang sakit serta ratusan warga yang terluka ditangkap dan disiksa pada aksi 21-22 Mei 2019.

 Baca juga: Hormati Hasil Ijtima Ulama IV, PKS: Mari Bersatu Menatap Masa Depan

Lalu menghentikan agenda pembubaran ormas Islam dan setiap kriminalisasi ulama maupun persekusi dai serta membebaskan semua ulama dan aktivis 212 beserta simpatisan yang ditahan dan dipenjara dari tuntutan. Serta memulangkan imam besar Habib Rizieq tanpa syarat apapun.

Setelah itu, mewujudkan NKRI bersyariah berdasarkan Pancasila sebagaimana dalam pembukaan dan batang tubuh UUD 1945 dengan prinsip ayat suci di atas ayat konstitusi agar diimplementasikan dalam kehidupan beragama, berbangsa, dan bernegara.

(wal)

Berita Terkait

Pilpres 2019

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini